<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943</id><updated>2011-09-19T10:13:48.026+07:00</updated><category term='Melindungi Dengan Keberanian'/><category term='Kekuatan Perubahan'/><category term='Panggilan Belahan Jiwa'/><category term='Biar Dramatisasi Jadi Manis'/><category term='Pesona Jiwa Raga'/><category term='Cinta Terkembang Jadi Kata'/><category term='Bersatu di Tengah Badai'/><category term='Bias Penghambaan'/><category term='Indahnya Memberi'/><category term='Karena Jiwa Punya Hajat'/><category term='Merawat Dengan Kebajikan'/><category term='Cinta dari Darah dan Ruh'/><category term='Kuasa dan Cinta'/><category term='Anis Matta'/><category term='Pelajaran Cinta'/><category term='Kelezatan Ruhani'/><category term='Kasihanilah Para Pecinta'/><category term='Semangat Penumbuhan'/><category term='Sepenggal Firdaus'/><category term='Puncak Iman'/><category term='Mata Air Keluhuran'/><category term='Akhir Sejarah Cinta Kita'/><category term='Perseteruan Dua Cinta'/><category term='Di Rumahku Ada Cinta'/><category term='Perang dan Cinta'/><category term='Disini Cinta Punya Hirarki'/><category term='Sayap yang tak Pernah Patah'/><category term='Temu Jiwa Sentuh Fisik'/><category term='Doa Cinta Sang Imam'/><category term='Serial Cinta'/><category term='Indahnya Jiwa Cinta'/><category term='Kelezatan Akal Batin'/><category term='Cinta Bersemi di Pelaminan'/><category term='Cermin Kebenaran'/><category term='Penyair Dan Lembah Itu'/><category term='Mencintai Itu Keputusan'/><category term='Pesona Kematangan'/><category term='Membangun Kemampuan Mencintai'/><category term='Cinta Misi'/><category term='Cinta Dan Kimia Jiwa'/><category term='Negeri Cinta'/><category term='Pesona Sang Nabi'/><category term='Kata Terurai Jadi Laku'/><category term='Pekerjaan Orang Kuat'/><category term='Seni Memperhatikan'/><category term='Cinta Tanpa Definisi'/><category term='Rahasia Keajaiban'/><title type='text'>Serial Cinta</title><subtitle type='html'>Menyelami Bagaimana Kekuatan Cinta Mengubah Kualitas Hidup dan Cita Rasa Peradaban</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-3974963867799029154</id><published>2009-09-13T17:21:00.003+07:00</published><updated>2009-09-13T17:28:34.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Jiwa Raga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Pesona Jiwa Raga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqzJCTIbQTI/AAAAAAAAAPY/WI5qfdenRlk/s1600-h/Anis+Matta+Pesona+Jiwa+Raga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 107px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqzJCTIbQTI/AAAAAAAAAPY/WI5qfdenRlk/s320/Anis+Matta+Pesona+Jiwa+Raga.jpg" alt="Anis Matta - Pesona Jiwa Raga" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380896696133435698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada mulanya adalah fisik. Seterusnya adalah budi. Raga menantikan pandanganmu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi selalu ada bias disini. Ketika ketertarikan fisik disebut cinta tapi kemudian kandas ditengah jalan. Atau ketika cinta tulus pada kebajikan jiwa tak tumbuh berkembang sampai waktu yang lama. Bias dalam jiwa ini terjadi karena ia selalu merupakan senyawa spritualitas dan libido. Kebajikan jiwa merupakan udara yang memberi kita nafas kehidupan yang panjang. Tapi pesona fisik adalah sumbu yang senantiasa menyalakan hasrat asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasnya adalah ketidakjujuran yang selalu mendorong kita memenangkan salah satunya: jiwa dan raga. Jangan pernah pakai “atau” disini. Pakailah “dan”: kata sambung yang menghubungkan dua pesona itu. Sebab kita diciptakan dengan fitrah yang menyenangi keindahan fisik. Tapi juga dengan fakta bahwa daya tahan pesona fisik kita ternyata sangat sementara. Lalu apakah yang akan dilakukan sepasang pecinta jika mereka berumur 70 tahun? Bicara. Hanya itu. Dan dua tubuh yang tidur berdampingan di atas ranjang yang sama hanya bisa saling memunggungi. Tanpa selera. Sebab tinggal bicara saja yang bisa mereka lakukan. Begitulah pesona jiwa perlahan menyeruak di antara lapisan-lapisan gelombang magnetik fisik: lalu menyatakan fakta yang tidak terbantahkan bahwa apa yang membuat dua manusia bisa tetap membangun sebuah jangka panjang sesungguhnya adalah kebijakan jiwa mereka bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperempat abad lamanya Rasulullah saw hidup bersama Khadijah. Perempuan agung yang pernah mendapatkan titipan salam dari Allah lewat malaikat Jibril ini menyimpan keagungannya begitu apik pada gabungan yang sempurna antara pesona jiwa dan raganya. Dua kali menjanda dengan tiga anak sama sekali tidak mengurangi keindahan fisiknya. Tapi apa yang menarik dari kehidupannya mungkin bukan ketika akhirnya pemuda terhormat, Muhammad bin Abdullah, menerima uluran cintanya. Yang lebih menarik dari itu semua adalah fakta bahwa Rasulullah saw sama sekali tidak pernah berpikir memadu Khadijah dengan perempuan lain. Bahkan ketika Khadijah wafat, Rasulullah saw hampir memutuskan untuk tidak akan menikah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma itu. Bahkan ketika akhirnya menikah setelah wafatnya Khadijah, dengan janda dan gadis, beliau tetap berkeyakinan bahwa Khadijah tetap tidak tergantikan. “Allah tetap tidak menggantikan Khadijah dengan seseorang yang lebih baik darinya,“ kata Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu agung mungkin. Tapi memang begitu ia ditakdirkan: menjadi cahaya keagungan yang menerangi jalan para pecinta sepanjang hidup. Pengalaman di sekitar kita barangkali justru selalu tidak sempurna. Karena biasanya selalu hanya ada “atau” bukan “dan” dalam pesona kita. Atau bahkan tidak ada “dan” apalagi “atau”. Ketika pesona terbelah seperti itu, cinta pasti berada di persimpangan jalan, selamanya diterpa cobaan, seperti virus yang menggerogoti tubuh kita. Dalam keadaan begitu penderitaan kadang tampak seperti buaya yang menanti mangsa dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-3974963867799029154?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/3974963867799029154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=3974963867799029154&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3974963867799029154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3974963867799029154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/pesona-jiwa-raga.html' title='Pesona Jiwa Raga'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqzJCTIbQTI/AAAAAAAAAPY/WI5qfdenRlk/s72-c/Anis+Matta+Pesona+Jiwa+Raga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-2871414487467593652</id><published>2009-09-12T04:41:00.004+07:00</published><updated>2009-09-12T04:53:32.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Bersemi di Pelaminan'/><title type='text'>Cinta Bersemi di Pelaminan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqrE_l4wwRI/AAAAAAAAAPI/A1Od5o_pWTs/s1600-h/Anis+Matta+Cinta+Bersemi+di+Pelaminan.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqrE_l4wwRI/AAAAAAAAAPI/A1Od5o_pWTs/s320/Anis+Matta+Cinta+Bersemi+di+Pelaminan.jpeg" alt="Anis Matta - Cinta Bersemi di Pelaminan" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380329301628469522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh seorang istri. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu! Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu derita panjang dari sebuah cinta yang tumbuh dilahan yang salah. Tragis memang. Tapi ia tak kuasa menahan cintanya. Dan ia membayarnya dengan penderitaan hingga akhir hayat. Pastilah cinta yang begitu akan menjadi penyakit. Sebab cinta yang ini justru menemukan kekuatannya dengan sentuhan fisik. Makin intens sentuhan fisiknya, makin kuat dua jiwa saling tersambung. Maka ketika sentuhan fisik jadi mustahil, cinta yang ini hanya akan berkembang jadi penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Islam memudahkan seluruh jalan menuju pelaminan. Semua ditata sesederhana mungkin. Mulai dari proses perkenalan, pelamaran, hingga, hingga mahar dan pesta pernikahan. Jangan ada tradisi yang menghalangi cinta dari jenis yang ini untuk sampai ke pelaminan. Tapi mungkin halangannya bukan tradisi. Juga mungkin tidak selalu sama dengan kasus Nasr. Kadang-kadang misalnya, karena cinta tertolak atau tidak cukup memiliki alasan yang kuat untuk dilanjutkan dalam sebuah hubungan jangka panjang yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi: di singgasana pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-2871414487467593652?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/2871414487467593652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=2871414487467593652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2871414487467593652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2871414487467593652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/cinta-bersemi-di-pelaminan.html' title='Cinta Bersemi di Pelaminan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqrE_l4wwRI/AAAAAAAAAPI/A1Od5o_pWTs/s72-c/Anis+Matta+Cinta+Bersemi+di+Pelaminan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-3760388291880093985</id><published>2009-09-11T04:13:00.002+07:00</published><updated>2009-09-11T04:20:11.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Temu Jiwa Sentuh Fisik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Temu Jiwa Sentuh Fisik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqltQZO0ZHI/AAAAAAAAAO4/5tEM65XtI0g/s1600-h/anis+matta+Temu+Jiwa+Sentuh+Fisik.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 94px; height: 131px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqltQZO0ZHI/AAAAAAAAAO4/5tEM65XtI0g/s320/anis+matta+Temu+Jiwa+Sentuh+Fisik.jpeg" alt="Anis Matta - Temu Jiwa Sentuh Fisik" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379951358289142898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Shalatnya panjang dan khusuk. Keluh dan resah mengalir dalam doa-doa. Hasrat dan rindu merangkak bersama malam yang kian kelam. Usai shalat perempuan itu akhirnya rebah di pembaringan. Cemasnya belum lunas. Lama sudah suaminya pergi. Untuk jihad, memang. Tapi cinta tetaplah cinta. Walaupun jihad, perpisahan selalu membakar jiwa dengan rindu. Maka ia pun rebah dengan doa-doa; “Ya Allah, yang memperjalankan unta-unta, menurunkan kitab-kitab, memberi para pemohon, aku memohon pada-Mu agar Engkau mengembalikan suamiku yang telah pergi lama, agar dengan itu Engkau lepaskan resahku. Engkau gembirakan mataku. Ya Allah, tetapkanlah hukum-Mu di antara aku dan khalifah Abdul Malik bin Marwan yang telah memisahkan kami”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untungnya malam itu Khalifah Abdul Malik bin Marwan memang sedang menyamar di tengah pemukiman warga. Tujuannya, ya, itu tadi; mencari tahu opini warga soal pengiriman mujahidin ke medan jihad, khususnya istri-istri mereka. Dan suara perempuanlah itulah yang ia dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tabiat yang membedakan cinta jiwa dari cinta misi; pertemuan jiwa dalam cinta jiwa hanya akan menjadi semacam penyakit jika tidak berujung dengan sentuhan fisik. Disini rumus bahwa cinta tidak harus memiliki tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta jiwa bukan sekedar kecenderungan spritiual seperti yang ada dalam cinta misi. Cinta jiwa mengandung kadar sahwat yang besar. Dari situ akar tuntutan sentuhan fisik berasal. Mereka menyebutnya passionate love. Tanpa membawa semua penyakit. Sebagaimana hanya akan berujung kegilaan. Seperti yang dialami Qais dan Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengapa kita diperintahkan mengasihi para pecinta; supaya mereka terhindar dari cinta yang seharusnya menjadi energi, lantas berubah jadi sumber penyakit. Maka sentuhan fisik dalam semua bentuknya adalah obat paling mujarab bagi rindu yang tak pernah selesai. Ini juga penjelasan mengapa hubungan badan antara suami istri merupakan ibadah besar, tradisi kenabian dan kegemaran orang shalih. Sebab, kata Ibnu Qayyim dan Imam Ghazali, ia mewariskan kesehatan dan jiwa raga, mencerahkan pikiran, meremajakan perasaan, menghilangkan pikiran dan perasaan buruk, membuat kita lebih awet muda dan memperkuat hubungan cinta kasih. Makna sakinah dan mawaddah adalah ketenangan jiwa yang tercipta setelah gelora hasrat terpenuhi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna itu dapat dipahami Abdul Malik bin Marwan. Maka ia pun bertanya, “Berapa lama wanita bisa bertahan sabar?” “Enam bulan” jawab mereka. Kisah itu sebenarnya mengikuti pada temuan yang sama dimasa Umar bin Khattab. Dan di kedua kisah itu, kedua perempuan itu sama-sama melantunkan syair rindu dan hasrat, dan Abdul Malik bin Marwan mendengar bait ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;air mata mengalir bersama larut malam&lt;br /&gt;sedih mengiris hati dan merampas tidur&lt;br /&gt;bergulat aku lawan malam&lt;br /&gt;terawangi bintang hasrat rindu mendera-dera&lt;br /&gt;melukai jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hanya puisi tempat jiwanya berlari. Melepas hasrat yang tak mau dilepas. Sebab rindu tetap saja rindu. Puisi tak akan pernah sanggup menyelesaikannya. Sebab memang begitulah hukumnya; hanya sentuhan fisik yang bisa mengobati hasrat jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-3760388291880093985?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/3760388291880093985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=3760388291880093985&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3760388291880093985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3760388291880093985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/temu-jiwa-sentuh-fisik.html' title='Temu Jiwa Sentuh Fisik'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqltQZO0ZHI/AAAAAAAAAO4/5tEM65XtI0g/s72-c/anis+matta+Temu+Jiwa+Sentuh+Fisik.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-7902789106886318115</id><published>2009-09-10T03:55:00.003+07:00</published><updated>2009-09-10T04:04:19.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasihanilah Para Pecinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Kasihanilah Para Pecinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqgYEsbZdiI/AAAAAAAAAOo/LjFCdQccRFw/s1600-h/Anis+Matta+Kasihanilah+Para+Pecinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqgYEsbZdiI/AAAAAAAAAOo/LjFCdQccRFw/s320/Anis+Matta+Kasihanilah+Para+Pecinta.jpeg" alt="Anis Matta - Kasihanilah Para Pecinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379576223818675746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepasang aktivis itu datang menemui saya dengan mata berbinar. Binar cinta yang bersemi di mushalla kampus dan dibangku kuliah dan di arak-arakan jalanan demonstrasi untuk reformasi. Ditengah badai politik itu cinta mereka bersemi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi cinta gadis keturunan Arab dengan pemuda Jawa itu kandas. Kasih mereka tak sampai ke pelaminan. Restu orang tua sang gadis tak berkenan meneruskan riwayat asmara putih mereka. Tragis. Tragis sekali. Karena dihati siapapun cinta yang tulus seperti itu singgah, kita seharusnya mengasihi pemilik hati itu. Sebab itu perasaan yang luhur. Sebab perasaan yang luhur begitu adalah gejolak kemanusiaan yang direstui disisi Allah. Sebab karena direstui itulah Rasulullah saw lantas bersabda, “Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memang begitu. Sebab ia agama kemanusiaan. Sebab itu pula nilai-nilainya selalu ramah dan apresiatif terhadap semua gejolak jiwa manusia. Dan sebab cinta adalah perasaan kemanusiaan yang paling luhur, mengertilah kita mengapa ia mendapat ruang sangat luas dalam tata nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena Islam memahami betapa dahsyatnya goncangan jiwa yang dirasakan orang-orang yang sedang jatuh cinta. Tak ada tidur. Tak ada aral. Tak ada lelah. Tak ada takut. Tak ada jarak. Yang ada hanya hasrat, hanya tekad, hanya rindu, hanya puisi, hanya keindahan. Puisi adalah busur yang mengirimkan panah-panah asmara kejantung hati sang kekasih. Rembulan adalah utusan hati yang membawa pesan kerinduan yang tak pernah lelah melawan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jiwa yang sudah terpaut cinta akan tampak menyatu bagaikan api dengan panasnya, salju dengan dinginnya, laut dengan pantainya, rembulan dengan cahaya. Mungkin berlebihan atau mungkin memang begitu, tapi siapapun yang melantunkan bait ini agaknya ia memang mewakili perasaan banyak arjuna yang sedang jatuh cinta: separoh nafasku terbang/bersama dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita membayangkan betapa sakitnya sepasang jiwa yang dipautkan cinta lantas dipisah tradisi atau apa saja? Tragedi Zaenudin dan Hayati dalam Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, atau Qais dan Laila dalam Majnun Laila, terlalu miris. Sakit. Terlalu sakit. Karena didalam jiwa seharusnya itu mustahil. Tragedi cinta selamanya merupakan tragedi kemanusiaan. Sebab itu memisahkan pasangan suami istri yang saling mencintai adalah misi terbesar syetan. Sebab itu menjodohkan sepasang kekasih yang saling mencintai adalah tradisi kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, Khalifah Al Mahdi singgah beristirahat dalam perjalanan haji ke Makkah. Tiba-tiba seorang pemuda berteriak, “Aku sedang jatuh cinta”. Maka Al Mahdi pun memanggilnya, “Apa masalahmu?” “Aku mecintai puteri pamanku dan ingin menikahinya. Tapi ia menolak karena ibuku bukan Arab. Sebab itu aib dalam tradisi kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mahdi pun memanggil pamannya dan berkata padanya, “Kamu lihat putera-puteri Bani Abbasiyah? Ibu-ibu mereka juga banyak yang bukan Arab. Lantas apa salah mereka? Sekarang nikahkanlah lelaki ini dengan puterimu dan terimalah 20 ribu dirham ini: 10 ribu untuk aib dan 10 ribu untuk mahar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-7902789106886318115?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/7902789106886318115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=7902789106886318115&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7902789106886318115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7902789106886318115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/kasihanilah-para-pecinta.html' title='Kasihanilah Para Pecinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqgYEsbZdiI/AAAAAAAAAOo/LjFCdQccRFw/s72-c/Anis+Matta+Kasihanilah+Para+Pecinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-5836648176198243823</id><published>2009-09-09T04:18:00.003+07:00</published><updated>2009-09-09T04:25:37.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Terurai Jadi Laku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Kata Terurai Jadi Laku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqbLg194sKI/AAAAAAAAAOY/X0rqjOq5nMM/s1600-h/anis+matta+Kata+Terurai+Jadi+Laku.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 117px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqbLg194sKI/AAAAAAAAAOY/X0rqjOq5nMM/s320/anis+matta+Kata+Terurai+Jadi+Laku.jpeg" alt="Anis Matta - Kata Terurai Jadi Laku" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379210570043535522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan ia sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apa pun resikonya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat perempuan itu berkata, “ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tetapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka kemudian dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang ku rasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cinta yang terurai jadi laku. Ukuran interigasi cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam laku... kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi dalam hati, tapi karena kebaikan tanpa henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini, tapi harus begitulah cinta, seperti kata Imam Syafii,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah ada cinta disisimu&lt;br /&gt;Semua kan jadi enteng&lt;br /&gt;Dan semua yang ada diatas tanah&lt;br /&gt;Hanyalah tanah jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-5836648176198243823?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/5836648176198243823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=5836648176198243823&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5836648176198243823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5836648176198243823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/kata-terurai-jadi-laku.html' title='Kata Terurai Jadi Laku'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqbLg194sKI/AAAAAAAAAOY/X0rqjOq5nMM/s72-c/anis+matta+Kata+Terurai+Jadi+Laku.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-2909087303449818514</id><published>2009-09-08T03:06:00.002+07:00</published><updated>2009-09-08T03:16:56.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bias Penghambaan'/><title type='text'>Bias Penghambaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqVp8uY6ArI/AAAAAAAAAOI/6lpxMaA-iY8/s1600-h/anis+matta+Bias+Penghambaan.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 77px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqVp8uY6ArI/AAAAAAAAAOI/6lpxMaA-iY8/s320/anis+matta+Bias+Penghambaan.jpeg" alt="Anis Matta - Bias Penghambaan" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378821821929489074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diantara kejujuran rasa dan kebenaran kata bias ada yang perlu kita renungi. Ini semacam bibir tipis yang membedakan dua jenis cinta: cinta misi dan cinta jiwa. Sebegitu tipisnya sampai hanya sedikit orang yang bisa melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bias itu ada disini: bahwa karena cinta adalah sumber energi maka ia selalu berujung tindakan, dan setiap tindakan selalu punya motif. Bias itu adalah motif: antara motif memberi dan motif mengabdi. Secara keseluruhan ubudiyah harus menjadi motif pada cinta misi dan cinta jiwa. Sementara memberi adalah penampakannya. Tapi penampakan dalam bentuk memberi lebih merata dalam varian-varian cinta jiwa ketimbah cinta misi. Pada sebagian varian cinta misi penampakannya bahkan juga berbentuk penghambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempai disini biasnya mungkin belum terlalu jelas. Sebab bias terjadi ketika muncul penyimpangan dimana motif ubudiyah kepada Allah berubah menjadi ubudiyah kepada objek-objek cinta jiwa dan sebagian objek cinta misi. Yang terakhir ini misalnya terlihat pada lagu-lagu cinta tanah air. Misalnya, lagu Padamu Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh itu pada cinta jiwa lebih banyak lagi. Misalnya pada lagu-lagu pemujaan pada sang kekasih. Atau pada ratapan atas kematian atau kepergian sang kekasih. “Tiada guna aku hidup begini, tanpa dirimu kekasih yang aku sayangi,” kata Tommy J Pisa dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bias begini biasanya terjadi dipuncak gelora cinta yang mulai tidak terkendali. Semacam orgasme emosional yang meledak seketika dimana realitas untuk sesaat lenyap. Tapi begitu kita sadar dan kembali menatap realitas, seketika kita sadar kalau kita baru saja mabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cinta yang bisa membunuh, kata pepatah arab. Tapi disini ada cinta yang bikin kita jadi syirik. Ini tidak selalu karena kita kehilangan kendali akal sehat. Tapi terutama karena kita kehilangan kendali prinsip dan nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itu hanya ada kenikmatan imajiner. Tidak ada pemaknaan spritual. Selalu ada pemisahan yang miris antara imaji dan realita; setiap satu teguk air disini hanya menimbulkan satu dahaga baru. Inilah sejatinya derita para pecinta yang menelan bias ini. Tegukan khamar pertama adalah kenikmatan. Tapi tegukan kedua dan ketiga adalah obat, kata penyair Arab. Tidak ada lagi kenikmatan. Yang ada hanya obat. Ya, hanya obat. Karena tegukan-tegukan itu telah berubah menjadi ketergantungan. Lalu penghambaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menarilah mereka diatas luka. Bukan karena tariannya indah. Tapi itu jeritan dari luka yang membuat mereka melompat dan menari. Lalu melompat dan menari lagi. Menyanyikan lagu tentang jiwa yang lelah dan harus mengakhiri riwayat cintanya dengan kesia-siaan. Miris. Menyakitkan. Dan selalu begitu; mulanya hanya bias kecil, tetapi diujung sana ada luka besar yang sudah menganga lebar dalam kehidupan para pecinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris. Semiris ratapann Ebiet G Ade; “Adakah angin gunung mendengar keluhanku.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-2909087303449818514?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/2909087303449818514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=2909087303449818514&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2909087303449818514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2909087303449818514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/bias-penghambaan.html' title='Bias Penghambaan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqVp8uY6ArI/AAAAAAAAAOI/6lpxMaA-iY8/s72-c/anis+matta+Bias+Penghambaan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-6298943902504168366</id><published>2009-09-07T04:01:00.003+07:00</published><updated>2009-09-07T04:08:48.075+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biar Dramatisasi Jadi Manis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Biar Dramatisasi Jadi Manis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqQkm5_vuRI/AAAAAAAAAN4/-vaDRkpy3W8/s1600-h/anis+matta+Biar+Dramatisasi+Jadi+Manis.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 88px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqQkm5_vuRI/AAAAAAAAAN4/-vaDRkpy3W8/s320/anis+matta+Biar+Dramatisasi+Jadi+Manis.jpeg" alt="Anis Matta - Biar Dramatisasi Jadi Manis" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378464105809033490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Puisi yang terlalu seadanya memang tidak memberi rasa apa-apa. Puisi perlu greget. Perlu hentakan. Perlu dramatisasi. Begitu juga ungkapan cinta. Cinta hanya bekerja kalau ia membara. Dan beranya meletup-letup lewat kata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Qur'an tidak mengingkari itu. Virus penyair yang disebut Qur'an sebenarnya terletak pada kadar kebohongan yang sering menyertai dramatisasi itu. Begitu juga ungkapan rasa cinta yang terlalu berlebihan sering mengandung kebohongan. Bisa karena tidak berakar dihati. Bisa juga kerena memang tidak mengandung kebenaran. Mungkin juga berakar dihati, tapi tidak mengandung kebenaran. Atau mengandung kebenaran, tapi tidak berakar dihati. Yang benar tapi tidak ada dihati adalah kebohongan. Yang tidak benar tapi ada dihati adalah kesalahan. Yang terakhir ini misalnya lagu berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua yang ada padamu&lt;br /&gt;oh membuat diriku tidak berdaya&lt;br /&gt;hanyalah untukmu&lt;br /&gt;hanyalah bagimu&lt;br /&gt;seluruh hidup dan cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ungkapan itu mungkin memang berakar dihati. Tapi mengandung makna pengabdian dan penyerahan diri yang total kepada sang kekasih. Dan itu tidak boleh terjadi dalam cinta jiwa atau cinta sesama manusia. Itu hanya untuk Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak tantangan bagi para pecinta; bagaimana menemukan ungkapan yang benar dan tepat bagi bara cinta yang meletup-letup dalam jiwa? Yang pertama tentu saja memastikan persoalan dasarnya; apakah memang ada bara dalam jiwa? Ini jelas sangat mendasar untuk memastikan bahwa “tidak ada dusta diantara kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah menemukan kata yang benar dan tepat. Benar pada maknanya, tapi tepat melukiskan suasana jiwa. Ini membutuhkan penghayatan jiwa yang dalam, keakraban dengan diri sendiri yang kental, cita rasa keindahan dan kekayaan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melukis bara cinta dalam jiwa memang membutuhkan kata yang kuat agar baranya nyata dalam pandangan sang kekasih. Tapi kita harus menakar dengann objektif, seberapa panas bara yang hendak kita lukis. Ini untuk memastikan bahwa kata tidak melampaui panasnya bara, atau kata tidak melukis semua panas bara secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya memang, kejujuran dan kebenaran adalah kata kunci di balik semua dramatisasi cinta yang manis. Hanya itu. Jika tidak, pasti akan ada kesalahan dalam bahasa cinta kita. Tidak mudah memang, tapi begitulah cinta; selalu punya syaratnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-6298943902504168366?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/6298943902504168366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=6298943902504168366&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6298943902504168366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6298943902504168366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/biar-dramatisasi-jadi-manis.html' title='Biar Dramatisasi Jadi Manis'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqQkm5_vuRI/AAAAAAAAAN4/-vaDRkpy3W8/s72-c/anis+matta+Biar+Dramatisasi+Jadi+Manis.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-2713884915397031238</id><published>2009-09-06T04:04:00.003+07:00</published><updated>2009-09-06T04:13:03.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyair Dan Lembah Itu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Penyair Dan Lembah Itu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqLUE2E57OI/AAAAAAAAANg/vByTEdXGykk/s1600-h/anis+matta+Penyair+Dan+Lembah+Itu.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 84px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqLUE2E57OI/AAAAAAAAANg/vByTEdXGykk/s320/anis+matta+Penyair+Dan+Lembah+Itu.jpeg" alt="Anis Matta - Penyair Dan Lembah Itu" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378094084734446818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasangan yang sedang berasyik masuk itu sejak awal menyita perhatian hampir semua penumpang. Mengelilingi selat Bosphorus yang membelah sayap Asia dan Eropa, kota Istambul menjelang senja, memang sebuah sensasi romansa. Mereka terus berpelukan. Dan berciuman. Yang ada hanya kata indah. Senyum. Dan ribuah kebahagian. Dunia jadi milik mereka berdua. Dan semua penumpang, termasuk rombongan, adalah penonton setia yang semakin mendorong ekshibisi mereka. Ibarat cawan-cawan anggur yang terus memabukkan orang-orang kasmaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita semua tiba-tiba terhentak. Begitu wisata bahari sore itu selesai, pasangan itu turun dari boat sambil bertengkar hebat. Tidak ada yang mengerti di antara kami; apa asal usul kemesraannya, atau apa pula sebab musabab pertengkarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang ada hanya sebuah kaedah sederhana yang bisa disimpulkan: tidak semua kata cinta lahir dari cinta, sebab tidak semua yang terkata selalu datang dari jiwa. Boleh jadi atau sekedar lintasan pikiran yang tak berakar dalam hati. Atau respon sesaat terhadap suasana yang mengharu biru. Kata yang tak berakar di hati selalu mengandung virus: berlebihan, basa basi, tidak realistis, tidak punya daya gugah, atau punya daya gugah tapi mengandung kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia penyakit penyair yang disebut Qur'an; “Dan para penyair itu, diikuti orang-orang pendusta... tidakkah kamu melihat bagaimana mereka mengembara tanpa arah di setiap lembah... dan bahwa mereka mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.” (QS. Al-Syuaro: 224-226).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahimun: mengembara tanpa arah. Itu ungkapan ajaib dan sangat akurat. Lalu diperkuat dengan pernyataan bahwa mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Itu membuatnya lebih dalam lagi. Karena akhirnya, ini adalah cerita tentang watak yang terbelah, antara kata dan laku, tentang kata tanpa makna dan arah, kata yang hanya sekedar kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair dan lembah itu, metafora tentang ketidakjujuran, tentang jiwa yang sakit, tentang karakter yang lemah. Cinta memang harus berkembang jadi kata. Sebab itu membuatnya nyata. Dan meyakinkan. Tapi kata itu harus benar-benar merupakan anak-anak manis yang lahir dari rahim cinta. Hanya itu yang membuatnya kuat dan berkarakter. Hanya itu yang membuat kata menyatu dengan laku. Serta bebas dari keterbelahan jiwa. Jika tidak cinta akan terkena virus yang menimpa para penyair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kata-katanya terlalu sederhana. Tapi kadar jiwa dan makna yang dikandungnya mungkin lebih dahsyat dari puisi-puisi yang pernah memenangkan nobel. Seperti ketika Rasulullah SAW menyanjung Khadijah: “Adakah perempuan yang bisa menggantikan Khadijah?” Ketika akhiranya rasa penasaran mendorong Aisyah menanyakan itu, Rasulullah SAW menjawab: “Dia beriman ketika semua orang kafir, dia mengorbankan harta ketika ketika semua orang menahannya, ia memberiku anak-anak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan jujur yang abadi. Cinta yang terkembang jadi kata tapi tak sempat disampaikan kepada sang kekasih. Sederhana. Apa adanya. Tapi dalam. Karena ia memang lahir dari rahim cinta sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-2713884915397031238?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/2713884915397031238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=2713884915397031238&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2713884915397031238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2713884915397031238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/penyair-dan-lembah-itu.html' title='Penyair Dan Lembah Itu'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqLUE2E57OI/AAAAAAAAANg/vByTEdXGykk/s72-c/anis+matta+Penyair+Dan+Lembah+Itu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4194824439799230924</id><published>2009-09-05T03:55:00.002+07:00</published><updated>2009-09-05T04:04:21.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Terkembang Jadi Kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Cinta Terkembang Jadi Kata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqGAfRqdBII/AAAAAAAAANY/z2lost6yu3A/s1600-h/anis+matta+Cinta+Terkembang+Jadi+Kata.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 95px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqGAfRqdBII/AAAAAAAAANY/z2lost6yu3A/s320/anis+matta+Cinta+Terkembang+Jadi+Kata.jpeg" alt="Anis Matta - Cinta Terkembang Jadi Kata" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377720704862848130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya. Sorot mata takkan sanggup menyatakan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin memang. Dua bola mata kita terlalu kecil untuk mewakili semua makna yang membuncah di laut jiwa saat badai cinta datang. Mata yang sanggup menyampaikan sinyal pesan bahwa ada badai dilaut jiwa. Hanya itu. Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi; goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semuanya nyata. Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya ada surat cinta. Ada cerita cinta, ada puisi cinta, ada lagu, semuanya adalah kata. Walaupun tidak semua kata mampu mewakili gelombang makna-makna cinta, tapi badai itu harus diberi kanal; biar dia mengalir sampai jauh. Cinta membuat makna-makna itu jadi jauh lebih nyata dalam rekaman jiwa kita. Bukan hanya itu. Cinta bahkan menyadarkan kita pada wujud-wujud lain dari kita; langit, laut, gunung, padang rumput, tepi pantai, gelombang, purnama, matahari, senja, gelap malam, cerah pagi, taman bunga, burung-burung... tiba-tiba semua wujud itu punya arti... tiba-tiba semua wujud itu masuk kedalam kesadaran kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi bagian dalam hidup kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi kata yang setia menjelaskan perasaan-perasaan kita... tiba-tiba semua wujud itu berubah menjadi metafora-metafora yang memvisualkan makna-makna cinta. Itu sebabnya para pecinta selalu berubah menjadi sastrawan atau penyair... atau setidaknya menyukai karya-karya para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu. Bukan karena ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang berbakat... tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta membuat jiwa kita jadi halus dan lembut... maka semua yang lahir dari kehalusan dan kelembutan itu adalah juga makna-makna yang halus dan lembut... hanya katalah yang dapat menguranginya, menjamahnya perlahan-lahan sampai ia tampak terang dalam imaji kita. Puisi “Aku ingin” nya Sapardi Djoko Damono mungkin bisa jadi sebuah contoh bagaimana kata mengurangi dan menjamah makna-makna itu... apakah Sapardi sedang jatuh cinta atau sedang ingin memaknai kembali cintanya? Saya tidak tahu! Tapi begini katanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu&lt;br /&gt;Dengan cara yang sederhana&lt;br /&gt;Kayu kepada api yang menjadikannya abu&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu&lt;br /&gt;Dengan cara yang sederhana&lt;br /&gt;Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4194824439799230924?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4194824439799230924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4194824439799230924&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4194824439799230924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4194824439799230924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/cinta-terkembang-jadi-kata.html' title='Cinta Terkembang Jadi Kata'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqGAfRqdBII/AAAAAAAAANY/z2lost6yu3A/s72-c/anis+matta+Cinta+Terkembang+Jadi+Kata.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-8938838457903204404</id><published>2009-09-04T08:55:00.003+07:00</published><updated>2009-09-04T09:03:19.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhir Sejarah Cinta Kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Akhir Sejarah Cinta Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqB0_YOnzFI/AAAAAAAAANA/o5QpBzSPux0/s1600-h/anis+matta+Akhir+Sejarah+Cinta+Kita.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 104px; height: 89px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqB0_YOnzFI/AAAAAAAAANA/o5QpBzSPux0/s320/anis+matta+Akhir+Sejarah+Cinta+Kita.jpeg" alt="Anis Matta - Akhir Sejarah Cinta Kita" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377426587264732242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;kita tidur saling memunggungi&lt;br /&gt;tapi jiwa berpeluk-peluk&lt;br /&gt;senyum mendekap senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu saat alam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;raga tak lagi saling membutuhkan&lt;br /&gt;hanya jiwa kita sudah melekat dan menyatukan&lt;br /&gt;rindu mengelus rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;kita hanya mengisi waktu dengan cerita&lt;br /&gt;mengenang dan hanya itu&lt;br /&gt;yang kita punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu saat dalam sejarah cinta kita&lt;br /&gt;kita mengenang masa depan kebersamaan&lt;br /&gt;kemana cinta akan berakhir&lt;br /&gt;disaat tak ada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-8938838457903204404?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/8938838457903204404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=8938838457903204404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/8938838457903204404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/8938838457903204404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/akhir-sejarah-cinta-kita.html' title='Akhir Sejarah Cinta Kita'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SqB0_YOnzFI/AAAAAAAAANA/o5QpBzSPux0/s72-c/anis+matta+Akhir+Sejarah+Cinta+Kita.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-6054705131946920610</id><published>2009-09-01T17:24:00.003+07:00</published><updated>2009-09-01T17:33:27.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indahnya Jiwa Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Indahnya Jiwa Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Spz3OWls9gI/AAAAAAAAAM4/Cgntrqk8H_M/s1600-h/anis+matta+Indahnya+Jiwa+Cinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 83px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Spz3OWls9gI/AAAAAAAAAM4/Cgntrqk8H_M/s320/anis+matta+Indahnya+Jiwa+Cinta.jpg" alt="Anis Matta - Indahnya Jiwa Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376443881127474690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat ketika ia sedang jatuh cinta. Bukan karena dunia di sekeliling kita berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang dunia disekeliling kita. Tidak selalu karena wanita yang kita cintai itu memang cantik pada kenyataannya. Tapi cinta kita padanya yang membuatnya cantik dimata kita.  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat jatuh cinta adalah saat dimana persepsi kita mengalami shifting pada semua realitas yang ada disekeliling kita. Kadang kita mungkin mengelabuhi diri kita sendiri. Tapi itu puncak subjektivitas yang justru mengubah kita menjadi lebih positif dalam cara kita memandang segala sesuatunya. Dan disitulah letak keindahannya. Seperti indahnya subjektivitas pada dunia anak-anak. Bagi mereka realitas sesungguhnya adalah realitas yang mereka persepsikan. Bukan realitas yang ada diluar sana seperti yang dilihat oleh orang dewasa. Bangku bisa dipersepsi sebagai rumah. Tongkat bisa dipersepsi sebagai senjata. Dunia menjadi sangat ringan dan fleksibel di mata mereka. Karena itu dunia anak selalu indah, selalu penuh kenangan. Begitu juga saat kita jatuh cinta. Shifting pada persepsi kita membuat dunia serasa jadi realitas lain yang begitu indah. Dan itu membawa kenyamanan pada rongga dada kita. Karena perasaan kita seketika berbunga-bunga. Karena, seperti kata Ibnu Hazem, ruh kita seketika menjadi ringan dan lembut, badan kita seketika jadi wangi , senyum kita seketika mengembang lebar, benci dan dendam dan angkara murka seketika lenyap dari ruang hati kita, dan tiba-tiba saja yang bukan penyair jadi penyair, yang tidak bisa bernyanyi jadi penyanyi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat seorang raja bingung menyaksikan putra mahkotanya begitu pemalas, apatis, tidak bergairah, tidak berminat pada ilmu pengetahuan, tidak bisa berpidato. Ia gundah, karena putra mahkotanya sama sekali tidak layak jadi raja. Maka sang raja memerintahkan seorang dayang cantik istana untuk menggoda sang putra mahkota. Bilang padanya, pesan sang raja ada pada dayang cantik, aku sangat mencintaimu dan aku bersedia jadi permaisurinya. Nanti kalau hatinya sudah berbungan-bunga, bilang lagi padanya lanjut sang raja tapi ada syaratnya, kamu harus lebih bersemangat, lebih rajin dan mau menyiapkan diri menjadi raja, dan aku percaya kamu bisa. Firasat sang raja ternyata benar. Putra mahkotanya seketika bangkit berubah: ia mengubah penampilannya menjadi keren dan wangi, ia mempelajari berbagai macam ilmu, ia juga tampil berpidato, ia juga menulis. Saat jatuh cinta telah mengubah persepsinya tentang dirinya dan dunianya, seketika membangkitkan semangat hidupnya, dan meledakkan semua potensinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shifting pada persepsi mengembalikan sisi kekanakan kita saat kita jatuh cinta. Itu keindahan yang mempertemukan kita dengan sisi dalam kemanusiaan kita; subjektif, melankolik, kekanakan, tapi positif. Dan indah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-6054705131946920610?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/6054705131946920610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=6054705131946920610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6054705131946920610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6054705131946920610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/09/indahnya-jiwa-cinta.html' title='Indahnya Jiwa Cinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Spz3OWls9gI/AAAAAAAAAM4/Cgntrqk8H_M/s72-c/anis+matta+Indahnya+Jiwa+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1630391389804140787</id><published>2009-08-29T14:09:00.003+07:00</published><updated>2009-08-29T14:18:21.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karena Jiwa Punya Hajat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Karena Jiwa Punya Hajat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpjU0Ir-LdI/AAAAAAAAAMw/d_KMLGfvTsA/s1600-h/anis+matta+Karena+Jiwa+Punya+Hajat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpjU0Ir-LdI/AAAAAAAAAMw/d_KMLGfvTsA/s320/anis+matta+Karena+Jiwa+Punya+Hajat.jpg" alt="Anis Matta - Karena Jiwa Punya Hajat" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375280147416886738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Keagungan. Keluruhan. Ketinggian. Hanya itu yang ada pada misi cinta. Romantika juga ada. Tapi tetap dalam bingkai itu. Kita sebut romantika perjuangan. Seperti ketika kita memandang indahnya pelangi yang menggores langit. Mengagumkan. Mempesona. Tapi ada jarak. Itu keindahan yang dilukis oleh nilai: kekuatan yang memvisualisasi sisi malaikat dari dalam diri kita diatas kanvas kenyataan, lalu melegenda dalam riwayat sejarah.  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi manusia tercipta dari tanah. Dan tanah punya tabiatnya sendiri. Juga punya rasa, punya mau, punya hajatnya sendiri. Juga punya permintaannya sendiri dari asal usul ini, kehidupan manusia tersublimasi menjadi riwayat yang rumit dan kompleks. Begitu juga cinta yang lahir dari sini. Kalau dalam cinta misi perasaan bergerak mengikiti pikiran dan nilai, dalam cinta perasaan dan jiwa bergerak memenuhi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan akan kegenapan. Kebutuhan akan kesatuan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sendiri. Sepi. Itu musuh jiwa manusia. Sebab alam ini termasuk kita tercipta berpasangan. Begitu juga: kita semua punya pasangan hidup dalam perkawinan dan pasangan sosial dalam bermasyarakat. Perjalanan menemukan pasangan jiwa adalah kebutuhan eksistensial. Sampai kita menembus ruang dan waktu yang panjang: sebab keterpisahan ini, kata Rumi, hanya tipu daya waktu. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab ia lahir dari kebutuhan akan kegenapan dan kesatuan, maka cinta jiwa masyarakatnya adalah penerimaan. Tidak ada pertemuan tanpa penerimaan. Syarat ini tidak selalu ada dalam cinta misi. Tapi syarat ini pula yang membuat cinta jiwa jadi rumit. Sebab asa penerimaan jiwa disini juga beragam. Ada faktor keseimbangan. Seperti dua sungai besar yang bertemu dalam samudra yang sama lalu menciptakan gelombang cinta yang dahsyat. Itu cinta yang lahir dari kesamaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Atau lidah api yang menyala-nyala namun dipadamkan oleh air yang sejuk. Cinta yang ini lahir dari kebutuhan dan kesimbangan. Atau seperti air bening yang mengaliri lahan tanah yang subur lalu melahirkan taman kehidupan yang indah. Ini kegenapan jiwa yang melahirkan cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kerumitannya terletak pada pencarian “meeting point” dari dua jiwa. Itu ada pada kesamaan atau kegenapan atau keseimbangan antara dua karakter. Hampir tidak ada pertemuan jiwa diluar ketiga meeting point itu. Bayangkanlah bila terjadi sebaliknya. Api bertemu angin menciptakan kebakaran yang ganas. Air bertemu angin melahirkan gelombang tsunami.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Baik dalam perkawinan atau perkawanan kita menemukan kerumitan itu. Itu masalah kecocokan. Sebab harus ada dua tangan untuk bisa bertepuk. Dua jiwa hanya mungkin bertemu dan menyatu kalau hajat mereka sama. Hikmah itulah yang disampaikan Rasulullah saw, “jiwa-jiwa itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang paling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1630391389804140787?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1630391389804140787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1630391389804140787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1630391389804140787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1630391389804140787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/08/karena-jiwa-punya-hajat.html' title='Karena Jiwa Punya Hajat'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpjU0Ir-LdI/AAAAAAAAAMw/d_KMLGfvTsA/s72-c/anis+matta+Karena+Jiwa+Punya+Hajat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-8149332757916372623</id><published>2009-08-27T20:42:00.005+07:00</published><updated>2009-08-27T20:57:18.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perseteruan Dua Cinta'/><title type='text'>Perseteruan Dua Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpaOB-7j4QI/AAAAAAAAAMo/cL1ePB6dEkA/s1600-h/Anis+Matta+Perseteruan+Dua+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpaOB-7j4QI/AAAAAAAAAMo/cL1ePB6dEkA/s320/Anis+Matta+Perseteruan+Dua+Cinta.jpeg" alt="Anis Matta - Perseteruan Dua Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374639370037092610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“&lt;em&gt;Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya diantara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagi kamu.&lt;/em&gt;.”   &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisakah anda membayangkan bahwa suatu saat, istri dan anak-anak yang anda cintai, justru jadi musuh bagi anda? Mungkin. Mungkin sekali itu terjadi. Pada siapa saja. Karena cintanya pada istri dan anak-anaknya tidak “turun” dari cinta misi, dari cintanya kepada Allah. Atau sebaliknya. Jika cinta pada istri dan anak-anaknya tidak berhasil membawa mereka kedalam lingkaran cinta misi.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itulah tragedi dua orang Nabi dan seorang perempuan shalihah. Dengan segenap cinta dan harapan jiwanya, Nabi Nuh masih terus berusaha mempertahankan istri dan anak-anaknya ketika tsunami itu datang. Tapi tidak!&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinta misinya tidak tersambung dengan nasibnya. Begitu juga Nabi Luth. Istrinya ada dalam daftar umatnya yang dibinasakan Allah. Dan perempuan shalihah itu bernama Asia, istri seorang thaghut terbesar sepanjang sejarah, Fir'aun. Ketika cinta harus memilih, ia memilih Tuhannya. Ia memilih cinta misinya. Meskipun ia harus mengorbankan nyawanya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu saat yang getir. Ketika kita harus memilih dua cinta yang bertarung dalam jiwa. Dan Allah mengabadikan cerita pertarungan dua cinta itu dalam jiwa Nuh, Luth dan Asia. Agar kita mengerti bahwa permisalan itu adalah takdir kehidupan, bahwa siapa pun mungkin mengalami itu: saat-saat dimana kita harus memutuskan pilihan dari dua cinta yang tidak dapat dipertemukan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus selalu begitu, memang. Sebab juga ada cerita lain. Cerita tentang dua cinta yang bertemu. Seperti cinta Muhammad dan Khadijah, atau Yusuf dan Zulaikha, atau Adam dan Hawa. Cerita tentang Adam yang memakan buah khuldi yang terlarang adalah manifestasi cinta jiwa yang tidak terangkai dalam cinta misi. Tapi mereka segera bertaubat dan meluruskan arah cinta mereka. Tapi ketegaran Yusuf menghadapi godaan istri sang raja adalah pesona yang mengantarkan hidayah ke dalam jiwa Zulaikha. Adapun Muhammad dan Khadijah: itu kisah cinta yang sejak awal tumbuh dan berkembang dalam bingkai cinta misi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara manusiawi perseteruan dua cinta ini lahir dari kecenderungan jiwa yang tidak terbingkai dengan nilai-nilai cinta misi. Itu cobaan hati yang paling banyak menimpa orang shalih. Ketika “bentuk” mengalahkan “makna”, ketika “rupa” mendahului “jiwa”, itu pertanda awal dari datangnya cobaan. Mereka yang memenangkan bentuk dan rupa, biasanya harus membayar harga kenikmatan duniawi dengan ongkos makna dan jiwa yang seringkali terlalu mahal. Itu sebabnya Rasulullah saw menganjurkan kita mendahulukan agama dalam memilih pasangan hidup.&lt;/p&gt;      &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau harus memilih. Tapi masalah ini tentu selesai dengan sendirinya kalau bentuk terpadu dengan makna, rupa bertemu jiwa. Dan itu, kata Ibnu Qayyim, adalah puncak karunia dan kenikmatan dunia dan akhirat: menikahi perempuan shalihah, cerdas dan cantik sekaligus. Seperti Muhammad kepada Aisyah. Tidak mungkin memang. Tetapi tetap saja mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-8149332757916372623?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/8149332757916372623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=8149332757916372623&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/8149332757916372623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/8149332757916372623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/08/perseteruan-dua-cinta.html' title='Perseteruan Dua Cinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpaOB-7j4QI/AAAAAAAAAMo/cL1ePB6dEkA/s72-c/Anis+Matta+Perseteruan+Dua+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4056459365389773811</id><published>2009-08-27T20:31:00.007+07:00</published><updated>2009-08-27T20:57:46.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bersatu di Tengah Badai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Bersatu di Tengah Badai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpaLM6oZHAI/AAAAAAAAAMg/X_Cj8wCpPBc/s1600-h/Anis+Matta+Bersatu+di+Tengah+Badai.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpaLM6oZHAI/AAAAAAAAAMg/X_Cj8wCpPBc/s320/Anis+Matta+Bersatu+di+Tengah+Badai.jpeg" alt="Anis Matta - Bersatu di Tengah Badai" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374636259326630914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu persen prajurit itu gugur. Mereka berempat. Semua syahid. Tapi semua hidup. Sebab memang semua syuhada tidak mati dimata Allah. Mereka ada disana, disisi Allah menikmati limpahan karunia-Nya. Sebab mereka Syahid justru karena mereka ingin memberi kesempatan kepada saudaranya untuk hidup.  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu cerita tentang empat sahabat Rasulullah saw yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu juga yang kedua, ketiga dan keempat. Itu “&lt;em&gt;itsar&lt;/em&gt;” dalam bahasa agama kita. Semua gugur jadi syuhada. Semua tegak jadi saksi cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisa. Bisa. Kita bisa menunjukan keluhuran tertinggi semacam itu di saat yang paling sulit. Itu bukan sekedar cerita cinta yang hanya bisa diriwayatkan dalam sahabat-sahabat Rasulullah saw. Kita bisa meriwayatkannya juga dalam kehidupan kita. Seperti pada badai tsunami lalu. Kita bisa bersatu atas nama cinta: maka ketika badai meluluhlantakan Serambi Mekah, cinta mengalir kesana lebih dahsyat. Kita bahkan tidak pernah punya sejarah cinta sebagai sebuah bangsa seperti pada peristiwa tsunami itu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebab ketika Allah mempersaudarakan orang-orang beriman, ia hanya ingin mangatakan bahwa komunitas sosial kita harus diikat dengan cinta yang lahir dari iman. Hanya dengan begitu kita bisa menentukan kekuatan perekat abadi, tembus masa dan ruang, dan bebas dari berbagai perubahan situasi. Disaat persatuan bangsa dipertaruhkan di tengah badai alam atau politik atau ekonomi atau sosial atau keamanan, cinta adalah satu-satunya jawaban.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang besarlah yang memungkinkan Rasulullah saw menyatukan para penghuni jazirah Arab yang normad, badui dan buta huruf serta tumbuh dalam struktur sosial berbasis kabilah yang kompleks. Seperti ketika Rasulullah saw menyatukan suku Aus dan Khazraj yang terseparasi dalam perang selama 40 tahun, serta menjadikan mereka semua sebagai kaum Anshar, yang kelak menyatu dengan Muhajirin dari suku Quraisy. Bahkan ketika “kearifan politik” menurut beliau memberikan semua harta rampasan perang kepada kaum Quraisy yang baru saja masuk islam, yang terkesan “tidak adil” di hati kaum Anshar, Rasulullah saw hanya memberikan jawaban cintanya: “Bisakah kalian rela bahwa jatah kalian adalah Rasulullah saw?” Fathu Makkah bahkan tidak lagi menggoda beliau untuk kembali ke Makkah. Raganya ada di Madinah. Hatinya ada di dalam hati kaum Anshar. Kaum Anshar menangis. Cinta menghadirkan makna lain dalam kehidupan sosial politik kita. Dan mengangkat kita ke ketinggian ruh yang mungkin sulit dijangkau oleh kepentingan sesaat.&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masih mungkin! Masih mungkin kita menyatukan bangsa yang terdiri dari 300 suku dan bahasa. Bahkan juga bangsa-bangsa dunia Islam. Dengan cinta. Cinta misi. Dan hanya itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4056459365389773811?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4056459365389773811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4056459365389773811&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4056459365389773811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4056459365389773811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/08/bersatu-di-tengah-badai.html' title='Bersatu di Tengah Badai'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SpaLM6oZHAI/AAAAAAAAAMg/X_Cj8wCpPBc/s72-c/Anis+Matta+Bersatu+di+Tengah+Badai.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-3216716985667254553</id><published>2009-07-08T16:17:00.008+07:00</published><updated>2009-08-27T20:30:54.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disini Cinta Punya Hirarki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Disini Cinta Punya Hirarki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SlRkT0FG6AI/AAAAAAAAAKs/-yxPvLVi4_w/s1600-h/Anis+Matta+Disini+Disini+Cinta+Punya+Hirarki.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SlRkT0FG6AI/AAAAAAAAAKs/-yxPvLVi4_w/s320/Anis+Matta+Disini+Cinta+Punya+Hirarki.jpeg" alt="Serial Cinta - Disini Cinta Punya Hirarki" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356016148410722306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Aku mencintaimu wahai Rasulullah melebihi cintaku pada semua yang lain, kecuali diriku sendiri.” Begitu Umar bin Khattab berkata pada Rasulullah saw. Ia hendak menyatakan cintanya pada Sang Rasul. Dengan caranya sendiri. Tapi ia tidak menduga kalau jawaban Sang Rasul justru berbeda sama sekali. Tidak! Wahai Umar! Sampai aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri, jawab Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Itu ciri utamanya. Hirarki. Cinta misi berawal dan berujung pada satu dan hanya satu nama: Allah &lt;em&gt;Subhanahu Wataala&lt;/em&gt;. Tapi Allah yang awal dan akhir dari semua cinta berkata pada Nabi dan kekasih-Nya, Muhammad saw: “Katakanlah pada mereka, jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku.” Maka cinta pada Allah harus turun pada cinta kepada Rasul-Nya, Muhammad saw. Tapi cinta pada manusia saw mengharuskan kita mencintai semua manusia yang telah beriman kepadanya, khususnya para anggota keluarga yang luhur dan sahabat-sahabatnya yang mulia, dan kepada semua generasi yang datang sesudah mereka dari pada tabiin dan pengikut para tabiin, serta siapapun yang mengikuti jalan hidup (manhaj) mereka dari kaum salaf bersama seluruh generasi mukmin hingga hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Cukup? Belum! Masih ada lagi. Cinta pada orang beriman yang mengharuskan kita mencintai semua 'pekerjaan' yang mendekatkan kita pada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Jadi cinta pada Allah harus turun pada orang dan pekerjaan. Orang-orang itu terdiri dari Nabi dan semua orang beriman. Pekerjaan itu terdiri dari semua amal shaleh.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Begitu hirarkinya. Semua cinta kita yang lain hanya akan menjadi lurus kalau ia menyesuaikan diri dengan hirarki ini. Cinta pada istri-istri dan anak-anak dan sanak saudara dan handai taulan dan sahabat karib dan rumah-rumah dan mobil-mobil dan harta-harta dan semua hanya akan menjadi lurus jika ia berada dalam ruang besar yang bernama cinta pada Allah swt. Perasaan kita harus ditata dalam struktur cinta seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Cinta misi adalah sebuah ruang besar tanpa batas. Semua cinta yang lain harus disusun secara proporsional dalam ruang besar itu. Tidak mudah, memang. Tapi ini lah sumber keharmonisan jiwa manusia. Hanya ketika emosi tertata secara apik dalam hararki cinta misi, kita menemukan pemaknaan yang hakiki terhadap semua aliran emosi kita yang lain. Persis seperti anak-anak sungai yang mengalir sendiri-sendiri: pada mulanya menyatu dihulu, lalu tampak berpencar ditengah, tapi kemudian bertemu lagi dimuara.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Dengan cara itu Al Banna memaknai cintanya pada Allah dan dakwah. Suatu saat anaknya terbaring sakit. Panasnya meninggi. Istrinya panik. Beliau sendiri sedang melakukan aktivitas dakwah. Tapi sang istri memanggilnya pulang. Ia tidak kuat sendiri menghadapinya. Ia khawatir terjadi sesuatu pada anak mereka. Tapi sang dai menjawab enteng: “Ajalnya ada di tangan Allah. Kedatanganku tidak akan menambah atau menguranginya.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-3216716985667254553?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/3216716985667254553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=3216716985667254553&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3216716985667254553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3216716985667254553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/07/disini-cinta-punya-hirarki.html' title='Disini Cinta Punya Hirarki'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SlRkT0FG6AI/AAAAAAAAAKs/-yxPvLVi4_w/s72-c/Anis+Matta+Disini+Cinta+Punya+Hirarki.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-7036340800273044318</id><published>2009-07-07T01:16:00.007+07:00</published><updated>2009-08-27T20:30:32.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelezatan Akal Batin'/><title type='text'>Kelezatan Akal Batin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SlJCd0UIgPI/AAAAAAAAAKk/5jipdkXkgU4/s1600-h/Anis+Matta+Kelezatan+Akal+Batin.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SlJCd0UIgPI/AAAAAAAAAKk/5jipdkXkgU4/s320/Anis+Matta+Kelezatan+Akal+Batin.jpeg" alt="Serial Cinta - Kelezatan Akal Batin" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355415986923667698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bukan hanya kelezatan ruhani. Cinta misi juga memberikan kelezatan lain. Kelezatam akal batin. Akal adalah kekuatan yang memberi kita kemampuan memahami. Akal memproses semua informasi yang masuk kedalam otak kita melalui panca indra dan penalaran. Hasil pemrosesan itulah yang kemudian  kita sebut pikiran. Tapi dalam diri manusia ada kemampuan akal yang lebih tinggi. Yaitu kemampuan untuk memikirkan pikiran-pikiran yang merupakan buah proses akal. Ini adalah pikiran di atas pikiran. Atau akal kedua. Atau akal batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Seperti ketika kita memandang awan dari bumi, ia akan tampak satu lapis gugus awan. Tapi ketika kita naik pesawat, kita akan menemukan bahwa awan itu ternyata adalah gugus berlapis. Kemampuan untuk memikirkan pikiran, baik pikiran kita sendiri atau pikiran orang, akan memberi kita kelezatan yang luar biasa. Bayangkanlah anda memandang sesosok tubuh dengan pakaian lengkap. Tapi sorot mata anda mampu menembus kedalam tubuhya dan menyaksikan semua yang ada disana. Seperti isi bagasi yang terlihat jelas dalam X-Ray. Itu kelezatan; karena pengetahuan ini memberi kita kesadaran yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Dan kelezatan itulah yang kita rasakan dalam cinta misi. Ini sedikit berbeda dengan kelezatan ruhani. Kelezatan ruhani bersifat vertikal dan terkait dengan perasaan diterima di sisi Allah serta janji surga di akhirat. Sedang kelezatan akal batin bersifat horizontal dan terkait dengan kesadaran serta pemahaman yang mendalam tentang dunia batin anak manusia, tentang pergolakan jiwanya dalam mewadahi pertarungan antara sisi baik dan sisi buruknya, tentang peristiwa menang kalah dalam pertarungan itu. Memahami itu semua ibarat menyerap air kehidupan melalui pori-pori akal kita. Kelezatan akal batin terkait dengan perasaan kebermaknaan... perasaan bahwa kita menyelamatkan orang lain... perasaan bahwa sebagai peserta kehidupan di alam raya kita telah ikut berpartisipasi menciptakan kehidupan manusia yang lebih baik... perasaan bahwa kita bermanfaat bagi orang banyak... perasaan bahwa dilaut kehidupan yang luas ini kita telah ikut menyumbangkan beberapa tetes air...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Kesadaran itu menyatukan diri kita dengan orang lain di sekililing kita dan dengan alam yang mengitari kita. Sebab cinta misi lahir untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi manusia. Sebab cinta misi tumbuh untuk membuat bumi jadi sepotong surga yang nyaman dihuni. Kita menyatu sebagai manusia: pada asal usul, pada jalan hidup, pada tujuan akhir. Ini kesatuan manusia yang membuat &lt;em&gt;space of human entity&lt;/em&gt; kita terbentang begitu luas dijagat raya dan dialam batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Perasaan itu mengalirkan kelezatan dalam akal batin kita. Seperti kelezatan raga yang kita rasakan saat kita menghirup udara bersih musim semi. Atau angin sepoi di penghujung senja. Kelezatan akal batin itulah terangkum dalam sabda Sang Rasul: “Bahwa Allah memberi hidayah kepada seorang manusia melalui usahamu adalah lebih baik bagimu dari seluruh dunia ini dan isinya.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-7036340800273044318?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/7036340800273044318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=7036340800273044318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7036340800273044318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7036340800273044318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/07/kelezatan-akal-batin.html' title='Kelezatan Akal Batin'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SlJCd0UIgPI/AAAAAAAAAKk/5jipdkXkgU4/s72-c/Anis+Matta+Kelezatan+Akal+Batin.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-5613621116716707925</id><published>2009-03-07T13:32:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T20:30:11.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta dari Darah dan Ruh'/><title type='text'>Cinta dari Darah dan Ruh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta Cerita Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lelaki itu sudah mengabdi pada ibunya sampai tuntas. Ia menggendong ibunya yang lumpuh. Memandikan dan mensucikannya dari semua hadatsnya. Ikhlas penuh ia melakukannya. Itu balas budi dari seorang anak yang menyadari bahwa perintah berbuat baik kepada orang tua diturunkan Allah persis setelah perintah tauhid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah karena dorongan apa ia kemudian bertanya pada Umar bin Khatab: “Apakah pengabdianku sudah cukup untuk membalas budi ibuku?” lalu Umar pun menjawab: “tidak! Tidak cukup! Karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya, sementara ibu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! Tidak! Tidak!&lt;br /&gt;Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang ibu. Apalagi mengimbanginya. Sebab cinta ibu mengalir dari darah dan ruh. Anak adalah buah cinta dua hati. Tapi ia tidak dititip dalam dua rahim. Ia dititip dalam rahim sang ibu selama sembilan bulan: disana sang hidup bergeliat dalam sunyi sembari menyedot saripati sang ibu. Ia lalu keluar diantara darah: inilah ruh baru yang dititip dari ruh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya cinta ibu merupakan cinta misi. Tapi dengan ciri lain yang membedakannya dari jenis cinta misi lainnya, darah! Ya, darah! Anak adalah metamorfosis dari darah dan daging sang ibu, yang lahir dari sebuah kesepakatan. Cinta ini adalah campuran darah dan ruh. Ketika seorang ibu menatap anaknya yang sedang tertidur lelap, ia akan berkata di akar hatinya: itu darahnya, itu ruhnya! Tapi ketika ia memandang anaknya sedang merangkak dan belajar berjalan, ia akan berkata didasar jiwanya: itu hidupnya, itu harapannya, itu masa depannya! Itu silsilah yang menyambung kehadirannya sebagai peserta alam raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kelezatan jiwa yang tercipta dari hubyngan darah. Tapi diatas kelezatan jiwa itu ada kelezatan ruhani. Itu karena kesadarannya bahwa anak adalah amanat langit yang harus di pertanggungjawabkan di akhirat. Kalau anak merupakan isyarat kehadirannya dimuka bumi, maka ia juga penentu masa depannya di akhiat. Dari situ ia menemukan semangat penumbuhan tanpa batas: anak memberinya kebanggaan eksistensial, juga sebuah pertanggungjawaban dan sepucuk harapan tentang tempat yang lebih terhormat disurga berkat doa-doa sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam semua perasaan itu sang ibu tidak sendiri. Sang ayah juga berserikat bersamanya. Sebab anak itu bukti kesepakatan jiwa mereka. Mungkin karena kesadaran tentang sisi dalam jiwa orang tua itu, DR. Mustafa Sibai menulis persembahan kecil dihalaman depan buku monemetalnya “Kedudukan Sunnah Dalam Syariat Islam”. Buku ini, kata Sabai, kupersembahkan pada ruh ayahandaku yang senantiasa melantunkan doa-doanya? “Ya Allah, jadikanlah anakku ini sebagai sumber kebaikanku di akhirat kelak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa sang ibu dan ayah selamanya merupakan potongan-potongan jiwanya! Karena itu ia selamnya terkabul! ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-5613621116716707925?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/5613621116716707925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=5613621116716707925&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5613621116716707925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5613621116716707925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/cinta-dari-darah-dan-ruh.html' title='Cinta dari Darah dan Ruh'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-6093394428901015378</id><published>2009-03-06T13:02:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T20:29:50.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelezatan Ruhani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Kelezatan Ruhani</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta Cerita Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cinta misi hany bersemi pada nurani yang hidup. Tapi dari manakah nurani kita menemukan kehidupan? Dari cinta Allah dan cinta kebenaran. Inilah cintanya cinta. Denyut kehidupan nurani adalah tanda-tandanya. Cinta misi adalah buahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita keagungan yang kita warisi dari sejarah sesungguhnya merupakan menampakan cinta misi dari waktu ke waktu. Ia mengejahwantah pada karya-karya ilmiah para ulama, pada darah dan air mata syuhada, pada keadilan para pemimpin, pada kasih sayang para duat, pada kelembutan para guru. Tidak ada karya besar tanpa cinta misi. Itu yang membuat cinta ini jadi teramat agung. Sekaligus rumit. Karena seluruh isinya adalah karya. Adalah kerja. Adalah memberi. Tanpa pernah terpengaruh oleh penerimaan dan penolakan. Penerimaan mungkin menguatkannya. Tapi penolakan tidak mengendurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kemudian muncul disini. Dari mana mereka menemukan energi itu? Apa yang membuat mereka sanggup berkarya dan memberi terus menerus, sementara kadang atau bahkan sering sekali mereka tidak dipahami atau terabaikan oleh orang-orang yang justru mereka cintai? Pasti ada rahasia hati yang mereka simpan dengan rapih. Tapi apakah rahasia hati itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelezatan ruhani. Itu rahasianya. Yang mereka cinta sesungguhnya adalah Allah, adalah kebenaran, adalah misi hidup mereka. Bukan orang, atau benda atau bentuk apapun. Yang mereka rindukan adalah surga yang abadi, adalah bidadari-bidadari yang kelak akan mengitari mereka, adalah pandangan mata pada cahaya wajah Allah. Bukan pujian dan penerimaan manusia. Manusia hanya medan karya tempat cinta mengejawantah. Kelelahan-kelelahan itu melahirkan kegembiraan ruhani, kelezatan yang melahirkan energi baru untuk terus mengejawantahkan cinta. Seperti orgasme yang kita rasakan pada setiap keintiman fisik, dan mengajak kita untuk mengulangi dan mengulangi, seperti itulah Allah memberi kelezatan ruhani setiap kali cinta pada-Nya mengejawantah pada cinta misi, setiap kali cinta yang vertikal itu mengejahwantah pada horizon kehidupan manusia. Kelezatan ruhani itulah sumber energinya. Disana makna-makna penerimaan, keberartian, keterhormatan, keberanian hati, merasuk ke serat-serat jiwa dan melapangkan serta meluaskannya sampai ia tampak sebagai karpet merah nan empuk ditengah gurun luas yang tersambung dengan kaki langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kelezatan ruhani yang dirasakan Khalid dari kecamuk perang, atau Utsman saat berinfak, atau Umar saat mengantar gandum ditengah malam pada rakyat miskin, atau Sayyid Quthub menjelang digantung. Kelezatan ruhani itu adalah ledakan kegembiraan yang mendengung di cakrawala kedaran batin kita. Orang-orang tidak menyaksikannya. Tapi mereka merasakan penampakannya. Maka seorang ahli ibadah mengatakan: “Seandainya para raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam ibadah ini mereka pasti akan menyiksa kita untuk merampas kelezatan itu.” ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-6093394428901015378?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/6093394428901015378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=6093394428901015378&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6093394428901015378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6093394428901015378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/kelezatan-ruhani.html' title='Kelezatan Ruhani'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-3710667985190352995</id><published>2009-03-05T10:20:00.004+07:00</published><updated>2009-08-27T20:29:19.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Misi'/><title type='text'>Cinta Misi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta Cerita Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sang Khalifah termenung gundah. Sedih. Tampaknya belum ada tanda-tanda kalau kelaparan yang melanda kota Madinah akan segera berakhir. Puluhan orang meninggal sudah. Ditingkat teknis operasional rasanya semua upaya sudah dilakukan. Tapi masih adakah upaya lain yang mungkin ia lakukan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak jelas betul hubungannya. Tapi Sang Khalifah kemudian merasa kalau ia membutuhkan tekad lebih besar. Cinta pada rakyat harus diekspresikan lebih nyata. Perasaan itulah yang mengantarnya pada keputusan kecilnya: selama kelaparan ini masih berlangsung, Umar bin Khatab tidak akan membiarkan seorang pun dari anggota keluarganya untuk makan daging dan tidak boleh menggauli satu dari ketiga istrinya. Tidak ada korelasi teknis. Tapi sebagai pemimpin Umar telah menyatakan tanggung jawab dan kepeduliannya pada rakyatnya. Karena ia terlibat. Sangat terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebagian penampakan dari cinta misi. Ini sebuah keluhuran jiwa dan keyakinan yang kuat terhadap sebuah misi. Cinta pada sebuah misi mendorong kita mencintai semua orang dan pekerjaan yang ada disepanjang jalan menuju misi itu. Semua orang. Semua pekerjaan. Disini cinta bekerja seperti mesin kendaraan. Tidak penting betul siapa penumpangnya, dan jalan mana yang harus dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhuran misi menguasai jiwa sang pencipta dan membuat perasaan pada orang yang kita cintai jadi beda. Kita tidak sedang mencintai sebuah “bentuk” disini. Yang kita cintai adalah “gerak” yang lahir dari bentuk itu: gerak dari “manusia” sebagai sebuah “entity” di alam raya. Karena itu beda warna adalah variasi yang indah. Beda karakter juga kekayaan hidup. Semua nicaya. Karena kita memerlukan untuk melukis misi diatas kanvas kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yang terbentuk dair cinta ini adalah penyatuan pada orbit pikiran. Perasaan kita bergerak mengitari orbit itu. Perasaan adalah fungsi pikiran. Ia lahir, bergerak dan meliuk seperti seorang penari mengikuti alur lagu. Orang yang kita cintai tidak harus memiliki perasaan yang sama. Para pecinta hanya berpikir bagaimana mencintai. Mereka tida terganggu jika kemudian mereka tidak dicintai. Sebab mereka tidak mencintai “orangnya”. Mereka mencintai “entity”-nya. Sebab entity itu merupakan fungsi pencapaian misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta inilah yang ada dan harus ada misalnya dikalangan para duat, ulama, mujahidin, guru, pekerja sosial, pemimpin politik, seniman, wartawan dan lainnya. Karena cinta itu tertuju pada gerak, bukan bentuk, maka semua pekerjaan yang terkait sengan pencapaian misi, juga jadi niscaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya Kahalid bin Walid. Ia mencintai “jihad”. Ia bukannya menikmati “saat-sat membunuh orang”. Ia mencintai “pekerjaannya”. Karena itu niscaya untuk mencapai misi dakwah. Maka ia menikmati kesulitan-kesulitan di jalan itu. Lebih dari apapun juga. “Berada pada suatu malam yang dingin membeku, dalam sebuah pertempuran, lebih aku sukai daripada tidur barsama seorang gadis, dimalam pengantin,” katanya. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-3710667985190352995?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/3710667985190352995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=3710667985190352995&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3710667985190352995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/3710667985190352995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/cinta-misi.html' title='Cinta Misi'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-7580168158650018892</id><published>2009-03-04T10:03:00.003+07:00</published><updated>2009-08-27T20:28:56.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelajaran Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Pelajaran Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta Cerita Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai, lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu berbalas. Fakta itu mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya sederhana saja. Cinta itu banyak macamnya. Ada cinta misi: cinta yang memang kita rencanakan sejak awal. Cinta ini lahir dari misi yang suci, didorong oleh emosi kebijakan dan didukung dengan kemampuan memberi. Misalnya cinta para Nabi kepada umatnya, atau guru kepada muridnya, atau pemimpin pada rakyatnya, atau ibu kepada anaknya. Jiwamu dan jiwa orang yang kamu cintai tidak mesti bersatu. Cinta ini sering tidak berbalas. Bahkan sering  berkembang jadi permusuhan. Lihatlah bagaimana nabi-nabi itu dimusuhi umatnya, atau pemimpin yang baik dibunuh rakyatnya, atau guru yang dilupakan murid-muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cinta yang paling luhur. Paling suci. Sebagian besar kebaikan yang kita saksikan dalam kehiupan kita, bahkan dalam sejarah umat manusia, sebenarnya merupakan buah dari cinta yang lain. Ambilah contoh: 1,3 milyar umat islam saat ini adalah hasil perjuangan berdarah-darah sang Nabi berserta para sahabat-sahabatnya. Itu cinta misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada jenis cinta yang lain. Cinta jiwa. Cinta ini lahir dari kesamaan atau kegenapan watak jiwa. Jiwa yang sama atau berbeda tapi saling menggenapi biasanya akan saling mencintai. Cinta ini yang lazim ada dalam hubungan persahabatan dan perkawinan atau keluarga. Cinta ini mengharuskan adanya respon yang sama: cinta tidak boleh bertepuk sebelah tangan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cinta yang paling rumit. Serumit kimia jiwa manusia. Suatu saat, misalnya, Umar bin Khatab hendak melamar Ummu Kultsum binti Abu Bakar, adiknya Aisyah ra. Gadis itu sangat belia dan tumbuh diantara jiwa-jiwa lembut nan penyayang. Aisyah ra jadi gusar. Wataknya tidak bertemu dengan watak Umar. Tapi siapa berani menolak lamaran manusia paling shalih dimuka bumi ketika itu? Namun dengan diplomasi yang sangat halus, melalui kepiawaian Amr bin Ash, Aisyah menolak lamaran itu sembari menawarkan kepada sang Khalifah menikahi Ummu Kultsum binti Ali bin Thalib, adik Hasan bin Husain. Kali ini lamarannya diterima: Ali dan Umar memiliki watak yang sama. “Tidak ada alasan menolak lamaran manusia terbaik dimuka bumi,” kata Ali ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cinta ketiga. Cinta maslahat. Cinta ini dipertemukan oleh kesamaan kepentingan. Mereka bisa berbeda watak atau misi. Tapi kepentingan mereka sama maka mereka saling mencintai. Misalnya hubungan baik yang lazim berkembang didunia bisnis. Suara ramah dari penjawab telepon, atau senyum manis seorang pramugari, atau layanan sempurna seorang resepsionis hotel: semua berkembang dari kepentingan tapi efektif menciptakan kenyamanan jiwa (confortability). Anda adalah bagian dari pekerjaannya. Bukan jiwanya. Anda adalah kepentingannya. Bukan jiwanya. ~ Anis Matta ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-7580168158650018892?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/7580168158650018892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=7580168158650018892&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7580168158650018892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7580168158650018892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/pelajaran-cinta.html' title='Pelajaran Cinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-5616858964328833998</id><published>2009-03-03T14:53:00.004+07:00</published><updated>2009-08-27T20:28:31.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membangun Kemampuan Mencintai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Membangun Kemampuan Mencintai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta Cerita Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada mulanya cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya cinta adalah kemauan baik yang menjembatani gagasan itu menuju alam kenyataan. Sisanya adalah kemampuan. Cinta yang hanya berkembang dibatas gagasan dan kemauan baik akan tampak seperti pohon rindang yang tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagian cinta yang pertama dan kedua, gagasan dan kemauan baik, biasanya terbentuk dari serangkaian penghayatan akan nilai-nilai luhur kemanusian dan keagamaan tentang kehidupan dan hubungan antar manusia didalamnya, hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan alam. Sedalam apa penghayatan itu dalam diri seorang pecinta sedalam itu pula sumber energi cinta yangada dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagian ketiga dari cinta, kemampuan,  memerlukan latihan dan proses pembelajaran. Kalau kita mau memberi, kita harus belajar dan berlatih bagaimana memiliki. Kalau kita mau memperhatikan orang yang kita cintai, kita harus belajar dan berlatih bagaimana bertumbuh sendiri terlebih dahulu. Begitu seterusnya: memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi mengharuskan kita memiliki kemampuan pribadi untuk melakukan tindakan-tindakan produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun kemampuan mencintai berarti membangun kemampuan produktif dalam diri kita. Menjadi seorang pecinta sejati berarti menjadi seorang produktif yang selalu berorientasi bukan saja pada proses, tapi juga terutama hasil akhir. Produktivitas adalah indikator kematangan seorang pecinta. Seorang pecinta yang tidak produktif adalah pohon rindang yang tidak  berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sisi cinta yang paling rasional dan paling produktif: belajar dan berlatih untuk menjadi produktif. Ini bukan pelajaran tentang bagaimana menguntai kata-kata cinta. Atau tentang teknik-teknik merawat cinta kasih. Ini pelajaran tentang bagaimana kita mengembangkan diri  kita menjadi kemampuan-kemampuan baru, mengarahkan semua kemampuan baru itu menjadi sumber produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai dengan semua siklusnya adalah  kerja dari dalam keluar. Seorang pecinta sejati adalah seorang yang mampu keluar dari dirinya sendiri menuju orang lain. Tapi jauh sebelum seseorang mampu keluar dari dirinya sendiri, ia harus masuk kedalam dirinya sendiri. Sedalam mungkin. Karna dari kedalaman itulah ia bisa keluar sejauh mungkin. Pelajaran cinta adalah pelajaran tentang bagaimana kita masuk kedalam diri sendiri untuk kemudian keluar dengan cara yang lain. Ini latihan untuk menjadi lebih baik untuk kemudian menjadikan orang lain lebih baik . Dan akhirnya, ini adalah pelajaran tentang bagaimana mengubah kehidupan kita menjadi taman yang lebih indah dipandang dan lebih nyaman dihuni. Karena disana kita bertumbuh. Karena dalam pertumbuhan itu kita berbahagia. ~ Anis Matta ~  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-5616858964328833998?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/5616858964328833998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=5616858964328833998&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5616858964328833998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5616858964328833998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/membangun-kemampuan-mencintai.html' title='Membangun Kemampuan Mencintai'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-2581396152826427248</id><published>2009-03-02T01:00:00.003+07:00</published><updated>2009-03-02T01:18:08.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Kematangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Pesona Kematangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Cerita Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Chemistry yang biasanya mempengaruhi hubungan cinta antara laki-laki dan wanita sebenarnya hanya menegaskan satu fakta: ketika cinta yang genuine bertemu dengan motif lain dalam diri manusia, dalam hal ini hasrat atau syahwat biologis, hubungan cinta antara laki-laki dan wanita memasuki wilayah yang sangat rumit dan kompleks. Banyak fakta yang tidak bisa di pahami dalam perspektif norma cinta yang lazim. Lebih banyak lagi kejutan yang lahir di ruang ketidakterdugaan. Namun itu tidak menghalangi kita menemukan fakta yang lebih besar: bahwa dengan memandang itu sebagai pengecualian-pengecualian, seperti dalam kasus Muawiyah bin Abi sufyan dengan gadis badui yang tidak dapat mencintainya, kakeatan cinta sesungguhnya tetap dan selalu mengejawantah pada kematangan kepribadian kita. Misalnya antara Utsman bin Affan dan istrinya, Naila.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Para pecinta sejati tidak memancarkan pesonanya dari ketampanan atau kecantikannya, atau kekuasaan dan kekayaannya, atau popularitas dan pengaruhnya. Pesona mereka memancar dari kematangan mereka. Mereka mencintai maka mereka memberi. Mereka kuat. Tetapi kekuatan mereka menjadi sumber keteduhan jiwa orang-orang yang dicintainya. Mereka berisi, dan sangat independen. Tapi mereka tetap merasa membutuhkan orang lain, dan percaya bahwa hanya melalui mereka ia bisa bertumbuh dan bahwa pada orang-orang itulah pemberian mereka menemukan konteksnya. Kebutuhan mereka pada lain bukan sebentuk ketergantungan. Tapi lahir dari kesadaran mendalam tentang keterbatasan manusia an keniscayaan independensi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona inilah yang dipancarkan Khadijah pada Muhammad. Maka selisih umur tidak sanggup menghalangi pesona Khadijah menembus jiwa Muhammad. Pesona kematangan itu pula yang membuat beliau enggan menikah lagi bahkan setelah Khadijah wafat. “Siapa lagi yang bisa menggantikan Khadijah?”, tana Rasulullah saw. Tapi bisakah kita membayangkan pertemuan dua pesona kecantika serta pesona kecerdasan? Pesona itulah yang dimiliki Aisyah: muda, cantik, innocent, cerdas dan matang dini. Dahsyat, pasti! Pesonanya pesona. Dalam chemistery ini tidak ada pengecualian Muawiyah. Disini semua pesona menyatu padu: seperti goresan pelangi dilangit kehidupan sang Nabi. Dua perempuan terhormat dari suku Quraisy itu mengisi kehidupan pribadi sang Nabi pada dua babak yang berbeda. Khadijah hadir pada periode paling sulit di Mekah. Aisyah hadir pada periode pertumbuhan yang pertumbuhan yang rumit di Madinah. Khadijah mengawali kehidupan kenabiannya. Tapi dp pangkuan Aisyahlah ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah menyelesaikan misi kenabiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jiwa Sang Nabi ada dua cinta yang berbeda pada kedua perempuan terhormat itu. Ketika beliau ditanya tentang orang yang paling ia cintai, ia menjawab: Aisyah! Tapi ketika beliau ditanya tentang cintanya pada Khadijah, ia menjawab: “cinta itu dikaruniakan Allah padaku.” cintanya pada Aisyah adalah bauran dari pesona kematangan dan kecantikan yang melahirkan syahwat. Maka Ummu Salamah berkata,  “Rasulullah saw tidak bisa “menahan” dirinya untuk bertemu Aisyah.” tapi cintanya pada Khadijah adalah jawaban jiwa pesona kematangan Khadijah: cinta itu dikirim Allah melalui kematangan Khadijah. ~ Anis Matta ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-2581396152826427248?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/2581396152826427248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=2581396152826427248&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2581396152826427248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/2581396152826427248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/03/pesona-kematangan.html' title='Pesona Kematangan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4381082537262134171</id><published>2009-02-27T12:50:00.004+07:00</published><updated>2009-03-01T14:26:30.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Dan Kimia Jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Cinta Dan Kimia Jiwa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lelaki perlente itu tidak hanya dikenal sangat tampan, yang ketampanannya bahkan mengalahkan kecantikan wanita paling cantik. Ia juga lelaki paling berkuasa dan paling disegani di muka bumi ketika itu. Lelaki itu adalah khalifah pertama sekaligus pendiri khilafah Bani Umayyah. Di ibu kota khilafahnya, Damaskus, ia membangun sebuah istana megah. Ia punya selera. Semua yang ia miliki adalah mimpi-mimpi wanita. Namun itu lantas jadi ironi: kali ini cinta tersedak. Ia tergila-gila pada seorang gadis badui yang cantik dan innocent. Ia menikahinya. Lalu memboyongnya tinggal di istannya. Tapi ia gagal menerbitkan bahkan sebersitpun cinta dalam hati sang istri. Ketampanan, kemewahan dan kekuasaan Muawiyah tidak cukup memadai membangkitkan cinta dalam jiwanya. Ia bahkan tidak mengerti bagaimana menikmati kemewahan dalam istana sang suami. Setiap kali langkah kakinya menderap di sudut-sudut istana, ingatannya malah kembali ke dusunnya. Sebab disana ada seorang pemuda badui yang terus merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam yang sunyi, ketika purnama menghias langit malam, kesabarannya berakhir. Rindunya meledak dalam bait-bait syair yang ia senandungkan. Sayup-sayup Muawiyah mendengarnya. Ia terhenyak. Ia tahu bait-bait itu adalah sebuah deklarasi: aku tidak mencintaimu, aku tidak mencintaimu, aku ingin pulang, aku tidak bisa mencintaimu, aku ingin menikah dengan kekasihku! Muawiyah tersadar. Kekuasaan memungkinkan ia menikahi gadis badui itu dengan mudah. Tapi kekuasaan tidak dapat membantunya merebut cintanya. Gadis innocent itu adalah perempuan merdeka. Ia memilih untuk meninggalkan istana Muawiyah yang megah hanya untuk hidup bersama seorang pemuda dusun yang teramat sederhana. Dengan berat hati akhirnya Muawiyah menceraikan sang istri, seorang gadis lugu yang telah membuatnya tergila-gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta secara umum adalah emosi kebajikan yang meledakkan semangat memberi dalam jiwa kita. Itu sebabnya kita selalu menjadi lebih baik ketika kita sedang jatuh cinta. Tapi ketika cinta dihadapkan pada objeknya, khususnya cinta antara laki-laki dan wanita, emosi kebajikan tetaplah emosi kebajikan, tapi dengan chamistry yang sangat unik. Dua emosi kebajikan belum tentu bisa bertaut secara kimiawi dengan mudah. Jauh sebelum cinta menjelma menjadi pertemuan dia fisik, ia terlebih dahulu bertaut di alam jiwa. Jika ada pertemuan fisik yang tidak didahului oleh pertemuan jiwa itu bukanlah cinta. Maka sepasang laki-laki dan wanita bisa melakukan hubungan seks tanpa cinta. Atau, pernikahan bisa berlangsung tanpa cinta. Sebagai manusia jiwa kita memiliki tabiat kimiawi yang sangat unik. Dan tidak bisa ditebak. Seorang perempuan lembut bisa jadi mencintai seorang laki-laki kasar, kerena kelembutan dan kekasaran adalah dua kutub jiwa yang bisa bertemu seperti air dan api: saling tergantung dan saling menggenapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keunikan jiwa itu sama sekali tidak mengurangi kadar kebenaran dari fakta bahwa cinta sebagai emosi kebajikan tetaplah harus mengejawantah pada semangat memberi, dan bahwa nilai kita di mata orang yang kita cintai tetaplah terletak pada kadar manfaat yang kita berikan padanya. Dan jika pada suatu hubungan cinta kita tidak memberi sesuatu pada yang kita cintai, sementara hubungan cinta itu tetap berlanjut, bahkan langgeng, percayalah, itu semata-mata karena kesabaran sang kekasih menyaksikan pencintanya mengkonsumsi kebajikannya setiap saat, atas nama cinta. Yang satu memberi atas nama cinta, yang lain menerima atas nama cinta. Ironis memang. Tapi faktanya ada. Bahkan mungkin banyak beredar di sekitar kita. ~ Anis Matta ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4381082537262134171?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4381082537262134171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4381082537262134171&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4381082537262134171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4381082537262134171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/02/cinta-dan-kimia-jiwa.html' title='Cinta Dan Kimia Jiwa'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-6910399655240415308</id><published>2009-02-27T12:43:00.006+07:00</published><updated>2009-03-01T14:26:58.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mencintai Itu Keputusan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Mencintai Itu Keputusan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian iapun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui di sini.” Itulah kalimat pertama Utsaman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya di Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebab cinta adalah kata lain dari memberi... sebab memberi adalah pekerjaan... sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat... sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama... sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh... maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia akan mengatakan, “Aku mencintaimu.” Kepada siapapun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian di situ. “Aku mencintaimu,” adalah ungkapan lain dari, “Aku ingin memberimu sesuatu.” Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari, “Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia... aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin... aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku, proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang kulakukan padamu... aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu...” Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, “Aku mencintaimu,” kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Dan  tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan hidup kita biasanya tidak linier. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit. Disitu konsistensi diuji. Di situ juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tegah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat lagi yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati. Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya. Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-6910399655240415308?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/6910399655240415308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=6910399655240415308&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6910399655240415308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/6910399655240415308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/02/mencintai-itu-keputusan_27.html' title='Mencintai Itu Keputusan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-7329023885948664455</id><published>2009-02-27T00:36:00.005+07:00</published><updated>2009-03-01T14:27:15.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melindungi Dengan Keberanian'/><title type='text'>Melindungi Dengan Keberanian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SabTni6_TpI/AAAAAAAAAJU/xcZPT0tPZ3c/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 58px; height: 68px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SabTni6_TpI/AAAAAAAAAJU/xcZPT0tPZ3c/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307161887245291154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamu haruslah seorang pemberani kalau kamu mau jadi pencinta sejati. Orang-orang yang kamu cintai harus merasa aman saat berada di dekatmu. Rasa aman adalah aroma kepribadian para pencinta pemberani.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sudah memberi perhatian mendalam, melakukan kerja-kerja penumbuhan, merawat cinta kasih dengan siraman kebajikan harian, hal terakhir yang harus kita persembahkan kepada orang yang kita cintai adalah melindunginya: melindungi jiwanya, raganya, masa depannya serta proses pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perlindungan bukan penjara bagi sang kekasih. Orang yang kita cintai tidak boleh merasa bahwa perlindungan adalah cara kita untuk mempertahankan 'kekuasaan' dan 'kepemilikan' atas dirinya. Perlindungan adalah langkah-langkah proteksi yang bersifat antisipatif untuk memastikan bahwa orang yang kita cintai menjalankan kehidupannya secara aman, baik fisik maupun psikis, dan bahwa proses pertumbuhannya berjalan baik tanpa gangguan berarti yang bisa menggagalkannya. Yang terakhir ini, misalnya, gangguan lingkungan pergaulan dan kultur yang bisa merusak nilai-nilai yang kita tanamkan untuk menumbuhkan orang-orang yang kita cintai. Jadi perlindungannya bersifat menyeluruh: fisik, psikis dan moral bahkan finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bentuk perlindungan itu hanya mungkin dilakukan para pencinta pemberani. Keberanian meraka juga menyeluruh: keberanian moral dan keberanian fisik. Orang-orang yang kita cintai harus menikmati sebuah perasaan yang kuat saat berada di sekitar kita bahwa mereka bebas dari rasa takut, sekaligus gembira karena kepercayaan yang kuat bahwa jauh di luar dirinya ada kekuatan cinta yang bekerja secara diam-diam dan penuh keberanian untuk melindungi proses pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak situasi, proses perlindungan itu mengharuskan kita berkorban apa saja, termasuk jiwa. Dalam makna pengorbanan yang tulus itulah cinta menemukan kesejatiannya. Dan keindahannya, sekaligus. Apakah ada riwayat percintaan dalam sejarah manusia yang menggugah nurani kita selain karena ia dipenuhi tetesan keringat, air mata dan darah, tanpa akhir? Pengorbanan dalam sejarah cinta seperti pelangi yang menghiasi langit kehidupan. Atau seperti tetesan darah yang menjadi saksi bagi para syuhada dihadapan Allah: saksi atas cinta dan rindu yang tak pernah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya cinta sejati selalu melahirkan sifat-sifat ksatria, keterhormatan, kedermawanan, kesetiaan dan perngorbanan. Karena sifat-sifat itulah yang memberi kekuatan pada cinta, dan membuatnya penuh daya gugah. Sifat-sifat itu semua mengalir dari satu mata air: kecemburuan. Kecemburuan adalah semangat pembelaan yang lahir dari cinta sejati. Ia hanya menjadi negatif ketika ia lahir dari semangat menguasai dan memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makna pembelaan itulah Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mati karena membela harta dan keluarganya maka ia mati syahid.” ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-7329023885948664455?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/7329023885948664455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=7329023885948664455&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7329023885948664455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7329023885948664455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/02/melindungi-dengan-keberanian.html' title='Melindungi Dengan Keberanian'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SabTni6_TpI/AAAAAAAAAJU/xcZPT0tPZ3c/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1013461838674576217</id><published>2009-02-17T12:56:00.005+07:00</published><updated>2009-03-01T14:27:31.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat Dengan Kebajikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Merawat Dengan Kebajikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SabL_FAIjcI/AAAAAAAAAJE/_emB4VzMg5k/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SabL_FAIjcI/AAAAAAAAAJE/_emB4VzMg5k/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307153495437643202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hubungan cinta yang mendalam dan mampu menembus lorong waktu yang panjang hanya mungkin terjadi jika orang-orang yang saling mencintai mengalami perbaikan berkesinambungan. Mereka terus bertumbuh. Itu dinamika kehidupan yang niscaya diperlukan untuk memberikan sentuhan gairah pada cinta.&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Tapi pertumbuhan tidak akan terjadi permanen tanpa perawatan yang permanen pula. Kalau pertumbuhan dilakukan dengan memfasilitasi proses pembelajaran orang yang kita cintai, maka perawatan dilakukan dengan memberikan sentuhan lembut kebijakan pada sang kekasih. Sang kekasih yang sedang bertumbuh itu harus dipuaskan dengan kebajikan harian yang membuatnya nyaman. Kalau perawatan memberinya kekuatan psikologis dalam menjalani dinamika pertumbuhan itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Senyum yang lembut, kata-kata yang baik, belaian kasih, saat-saat melayani, hadiah-hadiah kecil, hubungan fisik yang intim dan intensif, perjalanan bersama yang harus dilakukan para pencinta kepada kekasihnya untuk satu tujuan: merawat jiwanya. Itulah air. Itulah matahari.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Di taman kebajikan itu cinta bersemi. Hanya di taman itu. Kamu tidak bisa mencintai hanya dengan kata-kata. Sentuhan romantika dari kata-kata hanya sebagian dari kebajikan hati para pencinta sejati. Sebab kata-kata, sama seperti senyuman atau sorotan mata, jika ia terbit dari hati yang bajik, maka ia kehilangan elegannya. Ia tidak akan pernah menggetarkan. Adakah yang lebih mempesona dari seorang kekasih selain semua yang menggetarkan itu?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Kalau pelaku sehari-harimu tidak lagi menggetarkan jiwa kekasihmu, kemungkinan besar karena ia terpisah dari jiwamu. Atau di sana cinta tidak lagi sanggup menerbitkan kebajikan baru dalam dirimu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ini juga menjelaskan mengapa keshalihan selalu bersaudara dengan cinta. Keshalihan adalah kekuatan yang memotivasi dan menginspirasi kita untuk melakukan kebajikan secara terus-menerus. Orang shalih selalu berada di garis kebajikan maksimum dan minimum: jika ia mencintai seseorang ia menghormati dan melayani orang itu. Tapi jika ia tidak mencintainya ia tidak akan sampai menzalimi orang itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Tantangan cinta yang paling rumit adalah waktu. Dalam perjalanan waktu, kesejatian cinta teruji. Dan, ujiannya adalah menjawab pertanyaan sesederhana ini: seberapa besar kadar kebajikan yang terkandung dalam cinta itu? Alam tamsil ini cinta adalah kereta: ia hanya berjalan di atas rel kebajikan. Begitu kebajikanmu habis, kereta cinta juga berhenti berjalan. Hanya ketika kamu menjadi orang baik, kamu dapat mencintai dengan kuat. Kalau ujian cinta adalah waktu, maka jawabannya adalah kepribadian.  ~ Anis Matta ~&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1013461838674576217?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1013461838674576217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1013461838674576217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1013461838674576217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1013461838674576217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2009/02/merawat-dengan-kebajikan.html' title='Merawat Dengan Kebajikan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SabL_FAIjcI/AAAAAAAAAJE/_emB4VzMg5k/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1233328287590284122</id><published>2008-12-05T03:37:00.011+07:00</published><updated>2009-05-05T13:47:25.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat Penumbuhan'/><title type='text'>Semangat Penumbuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SThFXdTFXII/AAAAAAAAAIs/4Y1lKLMxDlo/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 103px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SThFXdTFXII/AAAAAAAAAIs/4Y1lKLMxDlo/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276043232768515202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pekerjaan kedua seorang pencinta sejati, setelah memperhatikan, adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yang menjelaskan bagaimana cinta bekerja mengubah kehidupan kita dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah gagasan dan komitmen jiwa tentang bagaimana membuat kehidupan orang yang kita cintai menjadi lebih baik. Jika perhatian memberikan pemahaman mendalam tentang sang kekasih, maka penumbuhan berarti melakukan tindakan-tindakan nyata untuk membantu sang kekasih bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak boleh berhenti diujung perhatian sembari mengatakan kepada sang kekasih: "Aku mencintaimu sebagaimana kamu adanya." Atau: "Aku menerima dirimu apa adanya." Memahami dan mengerti sang kekasih tidaklah cukup. Seorang pencinta sejati harus mampu mengimajinasikan sebuah plot akhir dari kehidupan yang dijalani sang kekasih. Itu tidak berarti bahwa kita mengintervensi kehidupannya secara rigid atas nama cinta. Tidak! yang dilakukan seorang pencinta sejati adalah menginspirasi sang kekasih untuk meraih kehidupan paling bermutu yang mungkin ia raih berdasarkan keseluruhan potensi yang ia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan karena kerja-kerja penumbuhan, seorang pencinta sejati tidak akan sanggup bertahan hidup disamping seorang kekasih yang ilmu, pengalaman, keterampilan, dan kepribadiannya, tidak bertumbuh dalam 10 tahun perkawinannya, misalnya. Kamu pasti bosan mengobrol dengan seorang yang hidupnya stagnan, dingin dan tidak dinamis. Para pencinta sejati menemukan gairah kehidupan dari perubahan-perubahan dinamis dalam kehidupan kekasih mereka. Seperti gairah kehidupan yang dirasakan seorang ibu ketika ia menyaksikan bayinya tumbuh dan berkembang menjadi anak remaja lalu dewasa. Atau gairah yang dirasakan seorang guru saat menyaksikan muridnya tumbuh menjadi ilmuwan dan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penumbuhanlah yang membedakan cinta yang matang dengan cinta seorang melankolik. Penumbuhan memberikan sentuhan edukasi pada hubungan cinta. Sebab di sini cinta bukan sekedar gumpalan emosi di langit jiwa: yang mungkin meledak bagai halilintar, atau membanjiri bumi dengan hujan air mata, pikiran dan fisik sekaligus. Itu yang membuatnya nyata. Dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan Rasulullah saw Aisyah bukan hanya seorang istri. Rasulullah saw telah menumbuhkannya menjadi bintang di langit sejarah. Suatu saat Ali Tanthowi mengatakan: "Istriku yang tamatan SD ternyata lebih intelek daripada mahasiswi-mahasiswiku yang hampir sarjana." Beliau mengatakan itu setelah melewati 10 tahun masa perkawinan. Ketika Iqbal menemukan dirinya telah menjadi filosof dunia, ia menyadari itu kerja sang guru. Maka ia berkata tentang gurunya itu: "Dan nafas cintanya meniup keuncupku jadi bunga." ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1233328287590284122?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1233328287590284122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1233328287590284122&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1233328287590284122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1233328287590284122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/12/semangat-penumbuhan.html' title='Semangat Penumbuhan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SThFXdTFXII/AAAAAAAAAIs/4Y1lKLMxDlo/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1977760638090276551</id><published>2008-12-03T22:05:00.006+07:00</published><updated>2009-02-27T00:33:04.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni Memperhatikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Seni Memperhatikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STbMY9F8RSI/AAAAAAAAAIk/7gLG2ohYbKo/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 99px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STbMY9F8RSI/AAAAAAAAAIk/7gLG2ohYbKo/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275628742599525666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pencinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perhatian adalah pemberian jiwa: semacam penampakan emosi yang kuat dari keinginan baik kepada orang yang kita cintai. Tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk memperhatikan. Tidak juga semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan adalah kondisi di mana kamu keluar dari dalam dirimu menuju orang lain yang ada di luar dirimu. Hati dan pikiranmu sepenuhnya tertuju kepada orang yang kamu cintai. Itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Mereka yang bisa keluar dari dalam dirinya adalah orang-orang yang sudah terbebas secara psikologis. Yaitu bebas dari kebutuhan untuk diperhatikan. Mereka independen secara emosional: kenyamanan psikologis tidak bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. Dan itulah musykilnya. Sebab sebagian orang besar lebih banyak terkungkung dalam dirinya sendiri. Mereka tidak bebas secara mental. Mereka lebih suka diperhatikan daripada memperhatikan. Itu sebabnya mereka selalu gagal mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kekuatan para pencinta sejati: bahwa mereka adalah pemerhati yang serius. Mereka memperhatikan orang-orang yang mereka cintai secara intens dan menyeluruh. Mereka berusaha secara terus-menerus untuk memahami latar belakang kehidupan sang kekasih, menyelidiki seluk beluk persoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya, mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya, dan mengetahui kebutuhan-kebutuhannya untuk sampai kepada harapan-harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemerhati yang serius biasanya lebih suka mendengar daripada didengarkan. Mereka memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengar dalam waktu yang lama. Kesabaran itulah yang membuat orang betah dan nyaman menumpahkan isi hatinya kepada mereka. Tapi kesabaran itu pula yang memberi mereka peluang untuk menyerap lebih banyak informasi tentang sang kekasih yang mereka cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sini juga disimpan sesuatu yang teramat agung dari rahasia cinta. Rahasia tentang pesona jiwa para pencinta. Kalau kamu terbiasa memperhatikan kekasih hatimu, secara perlahan-lahan dan tanpa ia sadari ia akan tergantung dengan perhatianmu. Secara psikologis ia akan sangat menikmati saat-saat diperhatikan itu. Bila suatu saat perhatian itu hilang, ia akan merasakan kehilangan yang sangat. Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu saat kamu tidak berada di sisinya. Mungkin ia tidak mengatakannya. Tapi ia pasti merasakannya. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1977760638090276551?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1977760638090276551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1977760638090276551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1977760638090276551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1977760638090276551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/12/seni-memperhatikan.html' title='Seni Memperhatikan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STbMY9F8RSI/AAAAAAAAAIk/7gLG2ohYbKo/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1955724426013170271</id><published>2008-12-02T08:55:00.007+07:00</published><updated>2009-02-27T00:32:51.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indahnya Memberi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Indahnya Memberi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STSbM4hXaiI/AAAAAAAAAIc/LrPqBoLMNm8/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STSbM4hXaiI/AAAAAAAAAIc/LrPqBoLMNm8/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275011709190760994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cinta itu indah. Kerena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih dan berbahagia karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin atau bisa jadi pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga yang membedakan para pencinta sejati dengan para pencinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu beikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pencinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu. Rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Karena itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi mereka segera merasakan kahilangan yang menyayat hati. Tiba-tiba ada ruang besar yang kosong tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang tak penghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali suatu saat kamu tergoda untuk menguji dirimu sendiri. Apakah kamu seorang pencinta sejati atau pencinta palsu. Caranya sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khatab ini: hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat pasangan hidupnya wafat: merasa bebas dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bertanyalah pada pasangan hidup Anda tanpa dia ketahui: jika aku mati sekarang, apakah kamu akan merasa bebas dari sebuah beban atau akan merasa kehilangan tempat bergantung? Kalau dia merasakan kehilangan, maka di langit hatinya akan ada mendung pekat yang mungkin menurunkan hujan air mata yang amat deras. jika tidak, mungkin senyumnya merekah sambil berharap bahwa kepergianmu akan memberinya kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1955724426013170271?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1955724426013170271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1955724426013170271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1955724426013170271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1955724426013170271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/12/indahnya-memberi.html' title='Indahnya Memberi'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STSbM4hXaiI/AAAAAAAAAIc/LrPqBoLMNm8/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-973197744152033295</id><published>2008-12-01T13:04:00.008+07:00</published><updated>2009-02-27T00:32:35.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekerjaan Orang Kuat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Pekerjaan Orang Kuat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STOEIwiD28I/AAAAAAAAAIM/eVCWbytFgyA/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 127px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STOEIwiD28I/AAAAAAAAAIM/eVCWbytFgyA/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274704874582563778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi baik, dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejawantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apa pun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang seringkali hanya mengambil bagian tengah dari cinta: emosi. Dalam kehidupan mereka cinta adalah gumpalan perasaan yang romantis dan penuh keindahan. Mereka bahkan meungkin bisa memutuskan untuk mempertahankan suatu penderitaan seringkali karena mereka menikmati romantikanya: hidup digubuk derita, makan sepiring berdua. Mereka melankolik. Karenanya kehidupan mereka tidak berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dalam pengertian yang luas inilah yang menjamin bahwa suatu hubungan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Tidak ada hubungan yang dapat dipertahankan - dalam jangka panjang- jika kita tidak mempunyai suatu gagasan tentang bagaimana membuatnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kebosanan dalam hubungan suami istri, misalnya, sering terjadi karena keduanya secara personal sama-sama tidak berkembang. Mereka sama-sama mengalami "penyusutan" kualitas kepribadian bersama perjalanan umur. Karenanya mereka sama-sama membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cinta adalah sebuah totalitas. Di sana gagasan, emosi dan tindakan bergabung jadi satu kesatuan yang utuh dan bekerja secara bersama-sama bagi kebahagiaan dan kebaikan orang-orang yang kita cintai. Orang-orang dengan kepribadian yang lemah dan lembek tidak mencintai dengan kuat. Para pencinta sejati selalu datang dari orang-orang dengan kepribadian yang kuat dan tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai -dengan begitu- adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian. Maka para pencinta sejati selalu mengembangkan kepribadian mereka secara terus menerus. Sebab hanya dengan begitu mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka mencintai. Cinta dan kepribadian adalah dua kata yang tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita makin mampu kita mencintai dengan kuat. Mengendalikan perasaan saja dalam mencintai hanya akan melahirkan para pembual yang menguasai hanya satu keterampilan menebar janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang ingin menjadi pencinta sejati harus terlebih dahulu membenahi dan mengembangkan kepribadiannya. Menggagas bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, mempertahankan "keinginan baik" kepada orang yang kita cintai secara konstan, dan terus menerus melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk membahagiakan mereka, hanya mempunyai satu makna: itu pekerjaan orang kuat. Cinta adalah pekerjaan orang kuat. Kalau Rasulullah saw dapat menampung sembilan orang istri dalam jiwanya, itu karena ia dapat menampung sembilan kepribadian dalam kepribadiannya. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-973197744152033295?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/973197744152033295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=973197744152033295&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/973197744152033295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/973197744152033295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/12/pekerjaan-orang-kuat.html' title='Pekerjaan Orang Kuat'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STOEIwiD28I/AAAAAAAAAIM/eVCWbytFgyA/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1746128988350497832</id><published>2008-11-30T01:29:00.008+07:00</published><updated>2009-02-27T00:32:18.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuasa dan Cinta'/><title type='text'>Kuasa dan Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STGP4v6R4pI/AAAAAAAAAHw/awL3bqCZlm0/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STGP4v6R4pI/AAAAAAAAAHw/awL3bqCZlm0/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274154843723915922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tirani selalu bermula dari sana: saat seseorang atau sekelompok orang atau sebuah rezim kehilangan respek dan penghargaan kepada orang lain atau kelompok lain atau rezim lain. ketika respek dan penghargaan hilang, persepsi kita beralih ke dalam, kedalamnya diri, sang Aku. Lalu kita mulai memandang dari perspektif sang Aku wilayah luar orang atau kelompok lain sebagai sesuatu yang terpisah dan asing, tidak berarti, tidak layak ada atau bahkan mengancam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hanya satu lagi yang ditunggu oleh tirani untuk muncul jadi kenyataan: kekuasaan yang melegitimasi. Itu sebabnya tirani selalu terkait dengan kekuasaan, sekecil apapun sekalanya. Misalnya tirani dalam rumah tangga, atau sekolah, atau organisasi, atau perusahaan, atau negara. kekuasaan adalah otoritas netral yang bisa digunakan untuk meligitimasi apa saja. Godaannya justru terletak disitu: pada netralitasnya. Maka begitu respek dan penghargaan lenyap dan berganti dengan kebencian, kekuasaan segera membei jalan mulus bagi tirani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pada mulanya Firaun merasakan sang Aku jadi Tuhan. Ketika respek dan penghargaannya hilang kepada kerumunan besar manusia bernama rakyat, ia mulai "meremehkan" mereka. Setelah itu ia memobilisasi mereka lalu mendeklarasikan ketuhanannya. Dan serial tirani berbesar dalam sejarah manusia pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tirani. Momok dalam sejarah manusia ini selalu berkoalisi dengan kekuasaan. Tapi momok ini tetap bisa dilawan. Dan kekuatan yang bisa melawannya hanya cinta. Cinta adalah kutub jiwa yang berlawanan dengan tirani: ia lahir dari respek dan penghargaan kepada manusia. Begitu kekuasaan mendapatkan sentuhan cinta, wajahnya segera berubah: gurat-gurat kekejaman segera berganti jadi garis-garis kerentaan dari seorang penguasa yang lelah melayani rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika cinta adalah tindakan memberi, maka dari sanalah datangnya semua kebajikan dalam diri seorang penguasa: mendengar, melayani, memberi, melindungi, adil dan menyejahterakan. jadi hanya dalam genggaman cinta kekuasaan beruabah jadi alat untuk melindungi, melayani dan menyejahterakan. Di sana sang Aku bukan lagi kuda liar yang setiap saat bisa melompat dari kandang dengan energi kekuasaan. Sang Aku dalam genggaman cinta adalah mata air kebijakan yang pada suatu saat bertemu dengan hujan deras kekuasaan, maka jadilah banjir: kebijakan melimpah ruah dalam muara masyarakat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tradisi kepemimpinan Amerika Serikat kita bertemu dengan ungkapan ini: "Jangan bertanya apa yang diberikan negara kepadamu, tapi bertanyalah apa yang kamu berikan untuk negaramu?" Tapi dari tradisi nubuwah kita mewarisi sabda yang diriwayatkan Muslim ini: "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian, yang kalian laknat dan mereka melaknat kalian". ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1746128988350497832?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1746128988350497832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1746128988350497832&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1746128988350497832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1746128988350497832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/kuasa-dan-cinta.html' title='Kuasa dan Cinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STGP4v6R4pI/AAAAAAAAAHw/awL3bqCZlm0/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1132825124126726133</id><published>2008-11-29T00:12:00.008+07:00</published><updated>2009-02-27T00:32:00.838+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Sang Nabi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Pesona Sang Nabi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STArxy6jAHI/AAAAAAAAAHg/ysQ0ggLnobA/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STArxy6jAHI/AAAAAAAAAHg/ysQ0ggLnobA/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273763298131771506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Kalau aku adalah Muhammad," kata Iqbal, "aku takkan turun kembali ke bumi setelah sampai di Sidratul Muntaha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iqbal barangkali mewakili perasaan kita semua: persoalan keteduhan di haribaan Allah, di puncak langit ketujuh, di Sidratul Muntaha, terlalu menggoda untuk ditinggalkan apalagi untuk sebuah kehidupan penuh darah dan air mata di muka bumi. Dua kehidupan yang tidak dapat diperbandingkan. Sebab perjalanan ke Sidratul Muntaha itu memang terjadi setelah sepuluh tahun masa kenabian yang penuh tekanan, disusul kematian orang-orang tercinta yang menjadi penyangga, Khadijah dan Abu Thalib. Perjalanan itu perlu untuk menghibur Sang Nabi dengan panorama kebesaran Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sidratul Muntaha bukan penghentian. Maka Sang Nabi turun ke bumi juga akhirnya. Menembus kegelapan hati kemanusiaan dan menyalakannya kembali dengan api cinta. Cintalah yang menggerakkan langkah kakinya turun ke bumi. Cinta juga yang mengilhami batinnya dengan kearifan saat ia berdoa setelah anak-anak Tahif melemparinya dengan batu sampai kakinya berdarah: "Ya Allah, beri petunjuk pada umatku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui." Seperti juga cinta menghaluskan jiwanya sebelas tahun kemudian, saat ia membebaskan penduduk Makkah yang ia taklukkan setelah pertarungan berdarah-darah selama dua puluh tahun: "Pergilah kalian semua, kalian sudah kumaafkan," katanya ksatria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan cintalah Sang Nabi menaklukan jiwa-jiwa manusia dan merentas jalan cepat kedalamnya. Maka wahyu mengalir bagai air membersihkan karat-karat hati yang kotor dan sakit, kemudian menyatukannya kembali dalam jalinan persaudaraan abadi, lalu menggerakkannya untuk menyalakan dunia dengan api cinta mereka. Seketika kota Madinah menyala dengan cinta. Lalu Jazirah Arab. Lalu Persi. Lalu Romawi. Lalu dunia. Dan Rumi pun bersenandung riang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jalan para nabi kita adalah jalan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kita adalah anak-anak cinta&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dan cinta adalah ibu kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan cinta selalu melahirkan perubahan besar dengan cara yang sangat sederhana. Karena ia menjangkau pangkal hati secara langsung darimana segala perubahan dalam diri seseorang bermula. Bahkan ketika ia menggunakan kekerasan, cinta selalu mengubah efeknya, dan seketika ia berujung haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sebuah pertanyaan sederhana mengantar Khalid menuju Islam. Sang Nabi bertanya kepada saudara laki-laki Khalid yang sudah lebih dulu masuk Islam. "Kemana Khalid? Sesungguhnya aku menyaksikan ada akal besar dalam dirinya." Khalid yang pernah membantai pasukan panah Sang Nabi dalam perang Uhud seketika tergetar. Padahal saat itu ia sedang merencanakan serangan kepada Sang Nabi menjelang perjanjian Hudaibiyah. Ia pun mencapai kepasrahannya. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1132825124126726133?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1132825124126726133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1132825124126726133&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1132825124126726133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1132825124126726133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/pesona-sang-nabi.html' title='Pesona Sang Nabi'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/STArxy6jAHI/AAAAAAAAAHg/ysQ0ggLnobA/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4775712540364446720</id><published>2008-11-28T13:05:00.009+07:00</published><updated>2009-02-27T00:31:42.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sayap yang tak Pernah Patah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Sayap yang tak Pernah Patah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SS-QT6Zev8I/AAAAAAAAAHY/ZtYKQR7xIFI/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SS-QT6Zev8I/AAAAAAAAAHY/ZtYKQR7xIFI/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273592360442183618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka 'majnun' lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai di sana. "Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta dihati yang lain," kata Rumi, "sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain." Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau cinta berawal dan berakhir pada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah "pekerjaan jiwa" yang besar dan agung: mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yan sesungguhnya terjadi hanyalah "kesempatan memberi" yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki "sesuatu" yang dapat kita berikan, maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pencinta sejati selamanya hanya bertanya: "Apakah yang akan kuberikan?" Tentang kepada "siapa" sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita! ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4775712540364446720?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4775712540364446720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4775712540364446720&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4775712540364446720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4775712540364446720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/sayap-yang-tak-pernah-patah.html' title='Sayap yang tak Pernah Patah'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SS-QT6Zev8I/AAAAAAAAAHY/ZtYKQR7xIFI/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4884424832816528180</id><published>2008-11-27T05:33:00.013+07:00</published><updated>2009-02-27T00:31:20.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panggilan Belahan Jiwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Panggilan Belahan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SS3URdtQAhI/AAAAAAAAAG8/rfT8_yEM8K0/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 95px; height: 58px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SS3URdtQAhI/AAAAAAAAAG8/rfT8_yEM8K0/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273104135218004498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan suratan nasib yang membuat kita saling mencintai sat sama lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena takdir itulah setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam pandangan orang-orang bijak langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan; bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika bumi kekurangan panas maka langit mengirimkan panas kepadanya, jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit segera memulihkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Langit memeyungi bumi layaknya seorang suami yang menafkahi istrinya; dan bumi pun sibuk dengan urusan rumah tangga; ia melahirkan dan menyusui segala yang telah ia lahirkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Erich Fromm mengutip syair Jalaluddin Rummi itu dalam bukunya, The Art of Loving. Cinta, kata Fromm, adalah kebutuhan eksitensial manusia untuk mengatasi masalah "keterpisahannya" sekaligus kerinduannya akan kesatuan. Tapi dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, cinta bukan hanya kebutuhan biologis: hasrat kesatuan dari kutub-kutub maskulin dan feminim. Karena dalam diri laki-laki dan perempuan terkadang prinsip menerima dan penetrasi, baik atas hal material maupun spiritual, maka mereka menemukan kesatuan dalam dirinya hanya dalam kesatuan atas polaritas kelelakian dan keperempuanan. Polaritas inilah, kata Fromm, yang menjadi dasar dari segala kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat hubungan murni ini terganggu oleh tirani sosial yang melahirkan ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial, tiba-tiba kaum Feminis membawa bias ini: harus ada perlawanan untuk merebut kesetaraan itu. Itu tafsir paling sentimentil atas fenomena kedzaliman dalam masyarkat.  Kesetaraan itu mungkin saja tercapai. Tapi korbannya juga sadis: lubang keterpisahan itu makin menganga lebar, dan hidup berujung dalam kesendirian dan kesunyian yang menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mengajarkan kita untuk memperoleh hak-hak kita dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kita kepada orang-orang lain. Itulah yang mempertemukan dua kutub jiwa. Pertemuan itulah yang membuat kita genap menggenapi, dan saling menyempurnakan karya kehidupan. Dan persoalan kesetaraan menjadi tidak relevan di tengah hidup yang bergerak kreatif begitu menuju kesatuan dan kesempurnaan. Simaklah senandung Rumi kembali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ubahnya langit dan bumi dikaruniai kecerdasan; mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat kepada laki-laki dan perempuan sehingga menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan juga menanamkan ke semua eksistensi, hasrat untuk mencari belahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4884424832816528180?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4884424832816528180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4884424832816528180&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4884424832816528180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4884424832816528180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/panggilan-belahan-jiwa.html' title='Panggilan Belahan Jiwa'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SS3URdtQAhI/AAAAAAAAAG8/rfT8_yEM8K0/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-5938865209985666241</id><published>2008-11-26T11:17:00.013+07:00</published><updated>2009-08-27T20:58:15.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Di Rumahku Ada Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Di Rumahku Ada Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Cerita Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307348982615344002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Taman punya kita berdua&lt;br /&gt;Tak lebar luas, kecil saja&lt;br /&gt;Satu tak kelihatan lain dalamnya&lt;br /&gt;Bagi kau dan aku cukuplah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Itu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebutnya taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangnya. Tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman dihuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecil, penuh surya taman kita&lt;br /&gt;Tempat merenggut dari dunia dan 'nusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa nyaman dan teduh. Cinta menciptkan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk ke dalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya meungkin dirawat di sana: dalam rumah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah cinta itu kita menemukan sistem perlindungan emosi yang ampuh. Mary Carolyn Davies mengungkapkannya dengan manis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah tembok yang kuat&lt;br /&gt;Di sekelilingku yang melindungiku&lt;br /&gt;Dibangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang terlindung akan cepat bertumbuh dan berbuah. Sederhana saja. Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika kita terus menerus memberi maka kita akan terus menerus menerima. Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya: buahnya keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah yang begitu seperti menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Rumah itu pasti utuh. Dan Abadi. Adakah doa cinta yang lebih agung daripada apa yang diajarkan sang Rasul kepada kita di malam pertama saat kita meletakkan dasar bangunan hubungan jiwa yang abadi? Letakkan tangan kananmu di atas ubun-ubun istrimu, lalu ucapka doa ini dengan lembut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini&lt;br /&gt;dan semua kebaikan yang tercipta&lt;br /&gt;bersama penciptanya. ~ Anis Matta ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-5938865209985666241?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/5938865209985666241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=5938865209985666241&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5938865209985666241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5938865209985666241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/di-rumahku-ada-cinta.html' title='Di Rumahku Ada Cinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/Sad9x7fRg4I/AAAAAAAAAJ8/vBfkFX0NxEw/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-1146880727184873404</id><published>2008-11-25T09:30:00.013+07:00</published><updated>2009-02-27T00:30:28.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa Cinta Sang Imam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Doa Cinta Sang Imam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SStoBD93_2I/AAAAAAAAAGU/6W-0nooVpB8/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 73px; height: 88px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SStoBD93_2I/AAAAAAAAAGU/6W-0nooVpB8/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272422156221284194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Allah Engkau tahu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati ini telah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Berkumpul dalam cinta-Mu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dalam taat-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menyatu menolong dakwah-Mu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Berjanji perjuangkan syariat-Mu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Maka eratkan ikatannya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dan abadikan cintanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada penjelasan historis tentang suasana yang melatari Imam Syahid Hasan Al Banna saat menulis potongan doa itu. Ia menyebutnya Wirid Pengikat. Pengikat hati. Hati yang sedang dibangunkan untuk memikul beban kebangkitan umat. Beban mereka berat. Jumlah mereka sedikit. Musuh mereka banyak. Jadi mereka butuh landasan yang kokoh dan pengikat yang kuat. Landasannya adalah iman. Pengikatnya adalah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta menjalin jiwa-jiwa mereka dalam kelembutan yang menyamankan: maka setiap mereka adalah pernadani sutera yang empuk, setiap orang dengan tipenya bisa duduk santai di situ. Cinta mereka selalu mampu menampung semua bentuk perbedaan: ada kebebasan berpendapat tapi tidak ada sikap yang melukai, ada keterbukaan tapi objektivitas tetap di atas segalanya. Cinta melahirkan pertanggungjawaban: setiap mereka selalu bertanya tentang sejauh mana mereka mampu mempertanggungjawabkan sikap mereka di depan Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi cinta juga melahirkan kelembutan: maka prbedaan-perbedaan mereka terkelola dalam etika yang menyamankan jiwa. Karena setiap pembicaraan mereka selalu berujung amal. Beban. Perbedaan diantara mereka tidak akan mengubah situasi mereka, seperti kata Iqbal, sebagai sapu lidi yang diikat cinta untuk membersihkan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi cinta juga memberi mereka energi. Para pemikul beban kebangkitan itu pastilah akan menempuh jalan perjuangan penuh liku dan pendakian. Pada setiap satu jarak waktu dan tempat beban mereka bertambah. Mereka pasti mengalami penuaan dini, seperti kata Rasulullah saw: "Surat Hud dan saudara-saudaranya telah mengubankan rambutku." Kalau bukan dengan energi yang dahsyat, siapakah yang sanggup mendaki gunung sembari memikul beban? Dan cintalah sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi cinta memicu mereka untuk bergerak dan bertumbuh dalam tempo yang cepat. Tapi ikatan cinta mengatur irama mereka dalam keserasian yang indah. Itu sebabnya mereka kuat. Nyaman. Dan abadi. Jadi biarkan Sang Imam mengumumkan kembali dia cintanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka eratkan ikatnnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan abadikan cintanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-1146880727184873404?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/1146880727184873404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=1146880727184873404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1146880727184873404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/1146880727184873404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/doa-cinta-sng-imam.html' title='Doa Cinta Sang Imam'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SStoBD93_2I/AAAAAAAAAGU/6W-0nooVpB8/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4650706855710695776</id><published>2008-11-24T00:32:00.014+07:00</published><updated>2009-02-27T00:30:42.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Negeri Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://futuh.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 96px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSmTr4tzYBI/AAAAAAAAAGE/SpBgbVdQHwg/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271907220982030354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Arafah. Padang luas tempat kita menghampar jiwa. Semua lebur jadi satu tanpa sekat. Semua sekat: etnis, warna kulit, postur, latar budaya dan sejarah. Ihram putih yang membalut tubuh-tubuh kita menyimbolkan kesatuan. Semua kesatuan: asal usul, tujuan hidup, jalan hidup yang kita tempuh untuk mencapai tujuan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Arafah itu seperti lukisan jiwa-jiwa yang digantung di dinding sejarah. Seluruh jiwa menyatu dalam lukisan yang rumit; disatukan oleh kekuatan yang lahir kekuatan; kekuatan cinta yang lahir kekuatan iman. Tiba-tiba kita semua merasakan kerendahan hati yang tulus. Lalu jiwa kita hampar bagai permadani; silakan semua orang duduk di sana. Perbedaan-perbedaan ini, etnis, warna kulit, postur, latar budaya dan sejarah seketika berubah menjadi sumber keindahan yang menghiasi langit kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintalah rahasianya. Maka ekspansi Islam dari jazirah Arab ke kawasan Asia Tengah, Selatan, Tenggara dan Cina, atau kawasan Afrika Selatan dan Utara sampai ke Eropa Barat dan Timur, bukanlah suatu catatan tentang pedang terhunus yang tak pernah berhenti berdarah. Itu justru serangan pasukan cinta yang datang membebaskan jiwa-jiwa manusia dari belenggu yang membatasi hidupnya dengan sekat tanah dan etnis: maka menyatulah mereka dalam cinta yang melapangkan dunia. "Akan kami perangi mereka dengan cinta," kata Hasan Al Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam celupan cinta jiwa-jiwa itu muncul kembali dengan kesamaan-kesamaan baru: keramahan yang tulus, kerendahan hati yang natural, kedermawanan dan kebiasaan menolong orang lain. Pergilah ke negara-negara Islam dan temuilah masyarakatnya, kamu pasti menemukan sifat-sifat itu merata di antara mereka. Itulah sifat-sifat yang lahir dari cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah yang terjadi kemudian. Bangsa-Bangsa Islam adalah rumpun ideologi yang tidak pernah bisa punah, bahkan ketika khilafah mereka runtuh dan negara-negara mereka porak-poranda. Bandingkanlah dengan imperium Romawi, atau Persia atau Uni Soviet. Bangsa-bangsa mereka pecah begitu institusi negara mereka runtuh. Nasib seperti ini rasanya juga akan dialami oleh negara-negara kosmo saat ini. Materialisme telah membangun sebuah dunia kosmo yang disatukan dan dipisahkan oleh uang.Di dunia kita saat ini, krisis ekonomi bisa dengan mudah menghancurkan sebuah bangsa, menutup riwayat sebuah negara. Seperti Uni Soviet. Walaupun tidak dapat meramalkan waktu kejadiaannya, tapi saya memiliki kepercayaan yang kuat, bahwa Amerika Serikat juga akan mengalami masa depan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan negeri kita, dan negeri mana pun, adalah ruang hati kita. Seluas apa ruang hati kita dapat menampung orang lain, seluas itulah negeri yang mungkin kita huni. Selama apa cinta dapat bertahan dalam hati kita, selama itulah umur negeri kita. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang rumit sebenarnya tersimpan sebuah rahasia yang sederhana: keutuhan kita sebagai bangsa seumur dengan umur cinta kita. ~ Anis Matta ~&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4650706855710695776?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4650706855710695776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4650706855710695776&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4650706855710695776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4650706855710695776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/negeri-cinta_24.html' title='Negeri Cinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSmTr4tzYBI/AAAAAAAAAGE/SpBgbVdQHwg/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4595411037699190858</id><published>2008-11-23T01:09:00.011+07:00</published><updated>2009-02-27T00:29:37.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal Firdaus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Sepenggal Firdaus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://futuh.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 69px; height: 92px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SShP_LLbcxI/AAAAAAAAAF0/5XDegVq_B00/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271551310588244754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bumi tidak cukup untuk dibagi bersama. Manusia sudah terlalu banyak untuk sumberdaya yang terlalu sedikit. itu doktrin Robert Malthus kepada Barat. Maka dunia pun berubah jadi rimba raya: mari kita adu kuat untuk merebut sumberdaya bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu kompetisi lantas jadi bahasa sosial, ekonomi dan politik. Watak kita adalah keserakahan. Tidak ada cinta yang memungkinkan kita saling berbagi. Dua puluh lima persen penghuni bumi yang bermukim di belahan utara menguasai tujuh puluh lima persen kekayaan bumi. Sementara tujuh puluh lima persen penduduk bumi yang ada dipojok selatan dunia harus berbagi atas dua puluh lima persen kekayaan yang tersisa. Padahal sebagian besar sumber daya alam justru dititip Tuhan di belahan selatan. Inilah imerialisme: mereka menciptakan kesejahteraan diatas penderiataan bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang terjadi ketika cinta lenyap dari kehidupan kita. Tidak ada kedermawanan kolektif yang membuat kita mau berbagi. Inilah penyakit eksistensial Barat saat ini, kata Erich Fromm. Cinta sudah habis pupus dari jiwa Barat. Mereka tak lagi punya cinta. Mereka tak lagi sanggup mencintai. Bumi pun jadi sempit dan sumpek. Bahkan terasa seperti neraka: setiap jengkal tanahnya, setiap jenak suasananya adalah panas. Tak ada ruang yang membuat kita merasa nyaman menghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintalah yang memungkinkan kita mengubah dunia kita jadi sepenggal firdaus. Bumi akan terasa nyaman dihuni sumber kehidupan, kalau kita mau berbagi atas nama cinta. Keserakahanlah yang membuat bumi jadi sempit. Kalau sedekah tidak mengurangi kekayaan, seperti sabda Rosulullah saw, maka berbagi tidak akan membuat kita kekurangan. Apalagi miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serakah mendorong orang jadi pelit dan angkuh. Sebab serakah adalah cara merebut kekayaan, sementara pelit dan angkuh adalah cara mempertahankannya. Maka kemiskinan pun mengubah orang jadi pendendam. Sebab ketidakberdayaan mendorong mereka mencari kambing hitam. Mereka itulah kambing hitamnya: orang-orang kaya yang telah mengalahkan mereka dalam pergulatan sosial ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik sosial kita sesungguhnya selalu tercipta di garis batas itu: antara orang kaya yang pelit dan angkuh dengan orang miskin yang apatis dan pendendam. Bukan kesenjangan menciptakan menciptakan konflik. Tapi serakah dan pelitlah yang membuat orang-orang miskin merasakan pahitnya mesenjangan itu. Maka mereka bereaksi: jarah, hancurkan kekayaan mereka! Mereka tidak jadi kaya dengan menjarah. Tapi mereka puas. Dendam mereka lepas tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya cinta yang dapat merekatkan mereka. Bersedekahlah, kata Rasulullah saw, sebab itu akan menghilangkan dendam orang-orang miskin. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4595411037699190858?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4595411037699190858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4595411037699190858&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4595411037699190858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4595411037699190858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/sepenggal-firdaus.html' title='Sepenggal Firdaus'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SShP_LLbcxI/AAAAAAAAAF0/5XDegVq_B00/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-7042936751759014240</id><published>2008-11-22T01:00:00.013+07:00</published><updated>2009-05-05T13:49:57.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perang dan Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Perang dan Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://futuh.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 90px; height: 101px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSb9qDuNP8I/AAAAAAAAAFs/gXh649EcPT4/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271179312879189954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;John Lenon adalah  sebuah trauma. Lahir ditengah puing perang dunia pertama, kedua, dan perang Vietnam, Legenda Pop tahun 60-an itu tiba-tiba menemukan bumi ini seperti sepenggal neraka. Maka lahirlah Flower Generation dengan semangat anti perang dan fenomena hyppies. Bahkan ketika Tuhan disebut dalam perang, Bob Dylan justru mengatakan: "If God in our side, Hell stop the next war."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perang modern adalah mimpi buruk terpanjang umat manusia. Api. Debu. Darah. Air mata. Terlalu mengerikan. Perang modern jadi tragedi kemanusiaan karena ia lahir dari dendam, keserakahan, megalomania dan kesunyian. Imperialisme Eropa ke timur adalah riwayat dendam dan keserakahan. Perang dunia pertama dan kedua adalah kisah keserakahan dan megalomania. Napoleon, Hitler, dan Mussolini adalah legenda megalomania dan kesunyian: perang adalah cara mereka menyebar kemeranaan mereka. Sebab itu perang modern adalah brutalisme, sadisme, kanibalisme: saat-saat panjang tanpa kasih, dari orang-orang yang menemukan kepuasan pada tesis-tesis darah dan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perang tidak hanya punya satu wajah. Perang punya wajah lain yang lebih agung, etis dan manusiawi. Perang adalah takdir manusia. Kamu suka atau tidak suka. Perang itu niscaya. Bedanya hanya pada dua hal: siapa musuhmu, dan dengan cara apa kamu melawannya. Siapa musuhmu menentukan atas nama apa kamu berperang. Caramu melawan menggambarkan watak perang yang kamu lakoni. Di dasar batinmu yang terdalam sebenarnya kamu tahu atas nama siapa kamu berperang: kebenaran atau kebatilan. Angkara murka yang lahir dari kebatilan  niscaya melahirkan dendam, keserakahan, megalomania, sadisme, brutalisme, dan kanibalisme. Habis itu kesunyian yang panjang: dan darah yang terus mengalir tanpa kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka begitu Hitler menyadari kekalahannya, ia bunuh diri. Darahnya dan darah korban-korbannya sama saja: merah! Tapi Khalid justru menangis karena mati di atas kasur: bukan di medan laga! Tapi mengapa revolusi Chili jadi nyanyian Pablo Nerudo? Mengapa Khalid bin Walid mengatakan: "Berjaga pada sebuah malam dingin, ditengah deru peperangan, lebih aku suka daripada disisi seorang gadis di malam pengantin?" Mengapa Abu Bakar mengatakan: "Carilah kematian agar kamu menemukan kehidupan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu berperang di bawah bendera kebenaran, cinta mengendalikan motifmu dan caramu berperang. Tetap ada kekerasan. Darah. Tapi cinta membuatnya jadi agung. Etis. Manusiawi. Perang atau revolusi adalah drama kemanusiaan. Disana kita menyabung nyawa, karena ada yang kita cintai di sini: Tuhan, hidup, tanah air, bangsa, keluarga, diri sendiri. Perang bukan kebencian. Maka mereka yang tidak terlibat dalam perang tidak boleh dijadikan korban: anak-anak, orang tua, wanita, tumbuhan, hewan dan lingkungan hidup. Jika kebutuhan biologismu tersumbat selama perang, kamu bisa jadi sadis. Atau bahkan kanibalis. Maka prajurit perang -dalam islam- harus kembali ke keluarganya setiap empat bulan: biar jihad jadi lebih dekat kepada cinta, tidak berubah jadi benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang semacam ini menciptakan kehidupan dari kematian. Hanya perang semacam ini yang dapat menghentikan perang dengan perang. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-7042936751759014240?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/7042936751759014240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=7042936751759014240&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7042936751759014240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7042936751759014240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/perang-dan-cinta.html' title='Perang dan Cinta'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSb9qDuNP8I/AAAAAAAAAFs/gXh649EcPT4/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-5290335825106024364</id><published>2008-11-21T05:29:00.009+07:00</published><updated>2009-02-27T00:28:55.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekuatan Perubahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Kekuatan Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSXk98paYVI/AAAAAAAAAFc/C9Y-ghFiRfQ/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 55px; height: 70px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSXk98paYVI/AAAAAAAAAFc/C9Y-ghFiRfQ/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270870691810009426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kakinya berdarah-darah. Orang-orang thaif bukan saja menolak dakwahnya. Tapi juga menggunakan kekerasan untuk menolak dakwahnya. Setelah Quraisy menolak habis dakwahnya, dan orang-orang mulia seperti Khadijah yang menjadi tulang punggungnya wafat, kini anak-anak Thaif melemparinya batu. Sampai ia berlumuran darah. Di saat seperti itulah Jibril datang menawarkan bantuan: biar kuhancurkan mereka semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggoda betul tawaran Jibril itu. Tapi, "Tidak!" jawab Rasulullah saw kepada Jibril. "Aku bahkan memohon penangguhan untuk mereka. Sungguh aku berharap bahwa Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka anak-anak yang akan menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya." (Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ia seorang pendendam, ia pasti menerima tawaran Jibril itu. Tapi tidak! Ia seorang pencinta. Dan ia sadar bahwa ia bisa mengubah komunitas penggembala kambing yang angkuh di jazirah Arab menjadi pemimpin-pemimpin peradaban dunia yang rendah hati. Hanya dengan kekuatan cinta. Dan itulah yang kemudian terjadi: hanya dalam waktu 22 tahun 2 bulan dan 22 hari, beliau merampungkan tugas kenabiannya dangan membawa seluruh jazirah kedalam cahaya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah kekuatan perubahan yang dahsyat. Lima belas abad kemudian, Erich Fromm menjelaskan kekuatan cinta dalam proses perubahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendekatan cinta adalah kebalikan dari pendekatan dengan kekerasan. Cinta berusaha memahami, menguatkan dan menghidupkan. Dengan cinta, seorang individu akan selalu mentransformasikan dirinya. Dia menjadi akan lebih menghargai, lebih produktif, lebih menjadi dirinya sendiri. Cinta tidak sentimental dan tidak melemahkan. Cinta adalah cara untuk mempengaruhi dan merubah sesuatu tanpa menimbulkan 'efek samping' sebagaimana kekerasan. Tidak seperti kekerasan, cinta membutuhkan kesabaran, usaha dari dalam. Lebih dari semua itu, cinta membutuhkan keteguhan hati untuk terhindar dari frustasi, untuk tetap sabar meskipun menemui banyak hambatan. Cinta lebih membutuhkan kekuatan dari dalam, kepercayaan daripada sekedar kekuatan fisik." &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Cinta, Seksualitas, Monarki, Gender; 291;2002).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Erich Fromm menjelaskan kekuatan cinta dalam merubah individu dan masyarakat dengan bahasa psikososial, maka Iqbal menjelaskannya dalam bait-bait puisinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kekuatan cinta bukan dari tanah, air dan udara,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kekuatannya bukan keliatan urat asalnya;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta menundukkan Khaibar tanpa kesulitan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta membelah badan bulan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta memecahkan tengkorak Nimrod tanpa pukulan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menghancurkan tentara Firaun tanpa pertempuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-5290335825106024364?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/5290335825106024364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=5290335825106024364&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5290335825106024364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/5290335825106024364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/kekuatan-perubahan_21.html' title='Kekuatan Perubahan'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSXk98paYVI/AAAAAAAAAFc/C9Y-ghFiRfQ/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-7059484006160886463</id><published>2008-11-20T00:23:00.013+07:00</published><updated>2009-05-05T13:50:21.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Keajaiban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Rahasia Keajaiban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://futuh.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 64px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSRRmic7FfI/AAAAAAAAAEo/TV09uBSn_28/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270427186455320050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lelaki tua itu akhirnya merenggut takdirnya. Roket-roket Yahudi mungkin telah meluluhlantakkan tubuh lumpuhnya. Tapi mereka keliru. Sebab nafas cintanya telah memekarkan bunga-bunga jihad di Palestina. Sebuah generasi baru tiba-tiba muncul ke permukaan sejarah dan hanya satu kata: jihad. Dan darahnya yang tumpah setelah fajar itu, adalah siraman Allah yang akan menyuburkan taman jihad di bumi nabi-nabi itu. Dan tulang belulang hanya akan menjadi sumbu yang menyalakan api perlawanan dalam jiwa anak-anak Palestina.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Ahmad Yasin, lelaki tua dan lumpuh itu, adalah keajaiban cinta. Ia hanya seorang guru mengaji. Tapi dialah sesungguhnya bapak spiritual yang menyalakan api jihad di Palestina. Ia tahu, perjuangan Palestina telah dinodai para oportunis yang menjual bangsanya. Tapi ia tetap harus melawan. Dan lumpuhnya bukan halangan. Maka ia pun meniupkan nafas cintanya pada bocah-bocah Palestina yang ia ajar mengaji. Dari tadarus Quran yang hening dan khusyu itulah lahir generasi baru di bawah bendera Hamas. Palestina memang belum merdeka. Tapi ia telah merampungkan tugasnya: perang telah dimulai. Ketika akhirnya ia syahid juga, itu hanya jawaban Allah atas doa-doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lelaki tua itu mengingatkan aku pada syair Iqbal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak berwaktu cinta itu, kemarin dan esok terlepas daripadanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak bertempat ia, atas dan bawah terlepas daripadanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bila ia mohon pada Tuhan akan keteguhan dirinya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seluruh dunia pun menjadi gunung, dan ia sendiri penuggang kuda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah adalah catatan keajaiban. Tapi cinta adalah rahasianya. Cinta adalah saat kegilaan jiwa. Begitu cinta merasuki jiwamu, kamu jadi gila. Begitu kamu gila, energimu berlipat-lipat, lalu membulat, mendidih bagai kawah yang siap meledak dan membakar semua yang ada di sekelilingnya. Begitu energimu meledak, keajaiban tercipta. Begitulah naturanya: keajaiban-keajaiban yang kita temukan dalam sejarah tercipta dalam saat-saat jiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda keadilan Umar bin Khathab adalah keajaiban. Tafsirnya adalah cintanya pada Allah dan rakyatnya telah menjadi roh kepemimpinannya. Legenda perang Khalid bin Walid adalah keajaiban. Tafsirnya juga begitu: karena ia lebih mencintai jihad ketimbang tidur bersama seorang gadis cantik di malam pengantin. Hasan Al-Banna adalah legenda dakwah yang melahirkan kebangkitan Islam modern. Tafsirnya juga begitu: ia lebih mencintai dakwahnya di atas segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat cinta adalah saat gila. Saat gila adalah saat keajaiban. Bumi bergetar saat sejarah mencatat keajaiban itu. Iqbal menyebut saat cinta itu sebagai saat jiwa jadi sadar-jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apabila jiwa yang sadar-jaga terlahir dalam raga,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka persinggahan lama ini, ialah dunia, gemetar hingga ke dasar-dasarnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;FUTUH.COM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-7059484006160886463?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/7059484006160886463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=7059484006160886463&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7059484006160886463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7059484006160886463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/rahasia-keajaiban.html' title='Rahasia Keajaiban'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSRRmic7FfI/AAAAAAAAAEo/TV09uBSn_28/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-558257466647742323</id><published>2008-11-19T04:27:00.012+07:00</published><updated>2009-02-27T00:28:14.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Air Keluhuran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Mata Air Keluhuran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://futuh.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 74px; height: 102px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSM6FiZMjVI/AAAAAAAAAEY/zCcKhK-XLR0/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270119855759854930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau benar hati sang raja. Putera mahkotanya ternyata seorang pemuda pemalas. Apatis. Talenta raja-raja tidak terlihat dalam pribadinya. Suatu saat sang raja menemukan cara mengubah pribadi puteranya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the power of love&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sang raja mendatangkan gadis-gadis cantik ke istananya. Istana pun seketika perubah jadi taman: semua bunga mekar di sana. Dan terjadilah itu. Sesuatu yang memang ia harapkan: puteranya jatuh cinta pada salah seorang di antara mereka. Tapi kepada gadis itu raja berpesan, "Kalau puteranya menyatakan cinta padamu, bilang padanya, "Aku tidak cocok untukmu. Aku hanya cocok untuk raja atau seseorang yang berbakat jadi raja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja. Putera mahkota itu seketika tertantang. Maka ia pun belajar. Ia mempelajari segala hal yang harus diketahui seorang raja. Ia melatih dirinya untuk menjadi raja. Dan seketika talenta raja-raja meledak dalam dirinya. Ia bisa, ternyata! Tapi kaena cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta telah bekerja dalam jiwa anak muda itu secara sempurna. Selalu begitu: menggali tanah jiwa manusia, sampai dalam, dan  terus ke dalam, sampai bertemu mata air keluhurannya. Maka meledaklah potensi kebaikan dan keluhuran dalam dirinya. Dan mengalirlah dari mata air keluhuran itu sungai-sungai kebaikan kepada semua yang ada disekelilingnya. Deras. Sederas arus sungai yang membanjir, deras mendesak menuju muara. Cinta menciptakan perbaikan watak dan penghalusan jiwa. Cinta memanusiakan manusia dan mendorong kita memperlakukan manusia dengan etika kemanusiaan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta adalah peristiwa paling penting dalam sejarh kepribadian kita. Cinta, kata Quddamah, mengubah seorang pengecut menjadi pemberani, yang pelit jadi dermawan, yang malas jadi rajin, yang pesimis jadi optimis, yang kasar jadi lembut. Kalau cinta kepada Allah membuat kita mampu memenangkan Allah dalam segala hal, maka cinta kepada manusia atau hewan atau tumbuhan atau apa saja, mendorong kita mempersembahkan semua kebaikan yang diperlukan orang atau binatang atau tanaman yang kita cintai. Jatuh cinta membuat kita mau merendah, tapi sekaligus tertekad penuh untuk menjadi lebih terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah simak cerita cinta Letnan Jenderal Purnawirawan Yunus Yosfiah, yang suatu saat ia tuturkan pada saya dan beberapa kawan lain. Ketika calon istrinya menyatakan bersedia berhijrah dari Katolik menuju Islam, ia tergetar hebat. "Kalau cinta telah mengantar hidayah pada calon istrinya," katanya membatin, "seharusnya atas nama cinta ia mempersembahkan sesuatu yang istimewa padanya." Ia sedang bertugas di Timor Timur saat itu. Maka ia berjanji, "Besok aku akan berangkat untuk sebuah operasi. Aku berharap bisa mempersembahkan kepada dedengkot Fretelin untukmu." Tiga hari kemudian, janji itu ia bayar lunas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampang saja memahaminya. Keluhuran selalu lahir dari mata air cinta. Sebab, "cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya," kata Ibnul Qoyyim. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-558257466647742323?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/558257466647742323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=558257466647742323&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/558257466647742323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/558257466647742323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/mata-air-keluhuran.html' title='Mata Air Keluhuran'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSM6FiZMjVI/AAAAAAAAAEY/zCcKhK-XLR0/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-7362643773325246260</id><published>2008-11-18T10:01:00.015+07:00</published><updated>2009-08-27T20:58:46.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puncak Iman'/><title type='text'>Puncak Iman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSI2OOSOlII/AAAAAAAAAEI/AcmNEBbpE6A/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 72px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSI2OOSOlII/AAAAAAAAAEI/AcmNEBbpE6A/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269834131957519490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamu takkan pernah sanggup mendaki sampai ke puncak gunung iman, kecuali dengan satu kata: cinta. Imanmu hanyalah kumpulan keyakinan semu dan beku, tanpa nyawa tanpa gerak, tanpa daya hidup tanpa daya cipta. Kecuali ketika ruh cinta menyentuhnya. Seketika ia hidup, bergeliat, bergerak tanpa henti, penuh vitalitas, penuh daya cipta, bertarung dan mengalahkan diri sendiri, angkara murka atau syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iman itu laut, cintalah ombaknya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Iman itu api, cintalah panasnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Iamn itu angin, cintalah badainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iman itu salju, cintalah dinginnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Iman itu sungai, cintalah arusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah cinta bekerja ketika kamu harus memenangkan Allah atas dirimu sendiri, atau bekerja dalam diri pemuda ahli ibadah itu. Kejadiaanya diriwayatkan Al Mubarrid dari Abu Kamil, dari Ishak bin Ibrahim dari Raja' bin Amr Al Nakha'i. Seorang pemuda Kufa yang terkenal ahli ibadah suatu saat jatuh cinta dan tergila-gila pada seorang gadis. Cintanya berbalas. Gadis iru sama gilanya. Bahkan ketika lamaran sang pemuda ditolak karena sang gadis telah dijodohkan dengan saudara sepupunya, mereka tetap nekat, ternyata. Gadis itu bahkan menggoda kekasihnya, "Aku datang padamu, atau kuantar cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku". Itu jelas jalan sahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak! Aku menolak kedua pilihan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak pernah padam!" Itu jawaban sang pemuda yang menghentak sang gadis. Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta. "Jadi dia masih takut pada Allah?" Gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan dunia tiba-tiba jadi kerdil di matanya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan dirinya untuk ibadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah jadi rindu yang menggelora dalam jiwa dan doa-doanya. Tubuhnya luluh lantak didera rindu. Ia mati, akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda terhenyak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kuburan sang gadislah tempat ia mencurahkan rindu dan doa-doanya. Sampai suatu saat ia tertidur di atas kuburan gadisnya. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya. Cantik. Sangat cantik. "Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku," tanya sang gadis. "Baik-baik saja. Kamu sendiri disana bagaimana," jawabnya sambil balik bertanya. "Aku disini, dalam surga abadi, dalam nikmat dan hidup tanpa akhir," jawab gadisnya. "Doakan aku. Jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu. Kapan aku bisa bertemu denganmu," tanya sang pemuda lagi. "Aku juga tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdoa kepada Allah menyatukan kita di surga. Teruslah beribadah. Sebentar lagi kamu akan menyusulku," jawab sang gadis. Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama cinta ia memenangkan Allah atas dirinya sendiri, memenangkan iman atas syahwatnya sendiri. Atas nama cinta pula Allah mempertemukan mereka. Cinta selalu bekerja dengan cara itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-7362643773325246260?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/7362643773325246260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=7362643773325246260&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7362643773325246260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/7362643773325246260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/puncak-iman.html' title='Puncak Iman'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSI2OOSOlII/AAAAAAAAAEI/AcmNEBbpE6A/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-4790625842382905723</id><published>2008-11-17T14:02:00.015+07:00</published><updated>2009-08-27T20:59:09.427+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cermin Kebenaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Cermin Kebenaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSEdHQ0vRYI/AAAAAAAAAD4/HolshCDHfko/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSEdHQ0vRYI/AAAAAAAAAD4/HolshCDHfko/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269525049612649858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitulah susunan kejadiannya. Di awal hanya ada Al-Quran sendiri. Lalu Ia menciptakan arsy-Nya di atas air. Setelah itu Ia menciptakan pena. Kemudian dengan pena itulah Ia menitahkan penulisan semua makhluk yang akan Ia ciptakan di alam raya ini: langit, bumi, malaikat, manusia, jin hingga surga dan neraka. Dengan pena itu juga Ia menitahkan penulisan semua kejadian dengan urutan-urutan dan kaitan-kaitannya pada dimensi ruang dan waktu yang akan dialami makhluk-makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya dengan sengaja Ibnu Katsir mengawali bahasan sejarahnya dalam Awal Dan Akhir dengan cerita tadi. Tiba-tiba saja sejarah terbentang sebagai sebuah cerita penciptaan tanpa henti. Dari Allah awalnya, dan kelak kesana akhirnya. Tapi jika Allah tidak mendapatkan manfaat dari ciptaan-ciptaan-Nya, maka tidak ada yang dapat menjelaskan motif di balik cerita kehidupan itu kecuali hanya satu: cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka", kata Ibnul Qoyyim dalam Taman Para Pecinta, "semua gerak di alam raya ini, di langit dan bumi, adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta." Dengan dan untuk itulah alam ini bergerak. Kehendak dan cintalah alasan pergerakan dan perhentiannya. Bahkan dengan dan untuk kehendak dan cinta jugalah alam ini diciptakan. Maka tak satupun makhluk di alam ini yang bergerak kecuali bahwa kehendak dan cintalah motif dan tujuannya. Sesungguhnya hakikat cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya. Maka cinta adalah gerak tanpa henti. Dan inilah makna kebenaran ketika Allah mengatakan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada diantaranya kecuali dengan kebenaran."&lt;/span&gt;(QS. Al Hijr: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan. Itu sebabnya, hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menangkap kebenaran. Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, angkara murka dan dendam. Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Begitulah cinta akhirnya membimbing tangan Abu Bakar, Al Najasyi, atau Cat Steven kepada Islam. Begitu juga akhirnya keangkuhan menyesatkan Abu Jahal, Heraklius, atau Sadam Husain. Cinta dalam jiwa, kata Iqbal, serupa penglihatan pada mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan bahkan bisa menyesatkan kalau ia tidak dibimbing oleh kelembutan tangan cinta. Itu kebutaan, kata Einstein. Sebab ia tidak melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Itu juga yang menjelaskan mengapa ilmu pengetahuan modern justru menjauhkan Barat dari Tuhan. Disana cinta tidak membimbing pengetahuan. Maka dengan penuh keyakinan Iqbal kemudian berkata dalam Javid Namah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengetahuan bersemayam dalam pikiran,&lt;br /&gt;Tempat cinta adalah hati yang sadar-jaga;&lt;br /&gt;Selama pengetahuan yang tak sedikit juga mengandung cinta,&lt;br /&gt;Adalah itu hanya permainan sulap si Samiri;&lt;br /&gt;Pengetahuan tanpa Ruh Kudus hanya penyihiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-4790625842382905723?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/4790625842382905723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=4790625842382905723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4790625842382905723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/4790625842382905723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/cermin-kebenaran.html' title='Cermin Kebenaran'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSEdHQ0vRYI/AAAAAAAAAD4/HolshCDHfko/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7634015455058259943.post-605802886859721963</id><published>2008-11-16T05:31:00.012+07:00</published><updated>2009-02-27T00:27:20.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Tanpa Definisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anis Matta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Cinta'/><title type='text'>Cinta Tanpa Definisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SR9VqqmwUsI/AAAAAAAAADc/hIAuUw2VL-0/s1600-h/Serial+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 85px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SR9VqqmwUsI/AAAAAAAAADc/hIAuUw2VL-0/s320/Serial+Cinta.jpeg" alt="Serial+Cinta" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269024280526475970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari kekuatan tak terkira. Ia jelas, sejelas matahari. Mungkin sebab itu Eric Fromm ~dalam The Art of Loving~ tidak tertarik ~atau juga tidak sanggup~ mendefinisikannya. Atau memang cinta sendiri yang tidak perlu definisi bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi juga terlalu rumit untuk disederhanakan. Tidak ada definisi memang. Dalam agama, atau filsafat atau sastra atau psikologi. Tapi inilah obrolan manusia sepanjang sejarah masa. Inilah legenda yang tak pernah selesai. Maka abadilah Rabiah Al-Adawiyah, Rumi, Iqbal, Tagore atau Gibran karena puisi atau prosa cinta mereka. Abadilah legenda Romeo dan Juliet, Laela Majenun, Siti Nurbaya atau Cinderela. Abadilah Taj Mahal karena kisah cinta di balik kemegahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah lukisan abadi dalam kanvas kesadaran manusia. Lukisan. Bukan definisi. Ia disentuh sebagai sebuah situasi manusiawi, dengan detail-detail nuansa yang begitu rumit. Tapi dengan pengaruh yang terlalu dahsyat. Cinta merajut semua emosi manusia dalam berbagai peristiwa kehidupannya menjadi sublim: begitu agung tapi juga terlalu rumit. Perang berubah menjadi panorama kemanusiaan begitu cinta menyentuh para pelakunya. Revolusi tidak dikenang karena geloranya tapi karena cinta yang melahirkannya. Kekuasaan tampak lembut saat cinta memasuki wilayah-wilayahnya. Bahkan penderitaan akibat kekecewaan kadang terasa manis karena cinta yang melatarinya: seperti Gibran yang kadang terasa menikmati Sayap-sayap Patah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerumitan terletak pada antagoni-antagoninya. Tapi di situ pula daya tariknya tersembunyi. Kerumitan tersebar pada detail-detail nuansa emosinya, berpadu atau berbeda. Tapi pesonanya menyebar pada kerja dan pengaruhnya yang teramat dahsyat dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ketika kita menyaksikan gemuruh badai, luapan banjir atau nyala api, seperti itulah cinta bekerja dalam kehidupan kita. Semua sifat dan cara kerja udara, api dan air juga terdapat dalam sifat dan cara kerja cinta. Kuat, Dahsyat, Lembut, Tak terlihat. Penuh haru biru. Padatmakna. Sarat gairah. Dan, anagonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari. Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisi: karena ~kemudian~ semua keajaiban terjawab disini. ~ Anis Matta ~&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://futuh.com/serial-cinta.html"&gt;Baca Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;a href="http://serialcinta.blogspot.com/2008_11_14_archive.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7634015455058259943-605802886859721963?l=serialcinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://serialcinta.blogspot.com/feeds/605802886859721963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7634015455058259943&amp;postID=605802886859721963&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/605802886859721963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7634015455058259943/posts/default/605802886859721963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://serialcinta.blogspot.com/2008/11/cinta-tanpa-definisi.html' title='Cinta Tanpa Definisi'/><author><name>Nawaites</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14249355050265731886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SSWTzZLPCRI/AAAAAAAAAE8/lZGthy0B4y4/S220/Yusuf+Al-Qordowi+1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pHSWoG0_6Yc/SR9VqqmwUsI/AAAAAAAAADc/hIAuUw2VL-0/s72-c/Serial+Cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
